Apa dan Kenapa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) / Teknik Planologi (PL) ? Sebuah Refleksi Mahasiswa Tingkat 4

Ya teknik planologi atau perencanaan wilayah dan kota kini namanya.Memang tidak sefamiliar teknik mesin atau teknik elektro,tapi saya cuma mau cerita apa yg saya alamin dan rasain selama hampir 4 tahun kuliah disini. Pertanyaan yg sering muncul ketika masuk pertama pasti apa saya harus jago gambar,belajar apa aja disini,apa enak engganya pas kuliah disini,atau bisa jadi apa gw kalo udah lulus dr PWK.kalo yg laennya mungkin bisa ikut terjawab sambil cerita atau diskusi kali ya..

Jago gambar atau engga sebenernya sih ga harus,tapi kalo bisa itu bonus yg harganya mahal. pertama,masuk plano harus lewat tpb ya berarti harus lolos mafiki dkk dpt c atau d jg gapapa (pengalaman,tp jgn dicontoh).di tpb jg ada kuliah khusus sappk namanya desain perencanaan dan perancangan sama teknik presentasi dan komunikasi.modalnya ya bisa presentasi lisan(diskusi,powerpoint,dkk),tulisan(huruf,gambar,dkk).selanjutnya kayanya semua pelajaran harus seneng,tapi ga harus jago deh.yg paling kepake dr mafiki ya matematika,statistik,kalkulus dkk buat pendekatan analisis2. Di akhir tingkat 1 pas milih jurusan sebenernya masih belum kegambar plano itu apa,blur!tp yg udah agak jelas plano itu skalanya makro(diatas 1:100),yg dibahas bukan gambarnya tapi analisis dr rencana yg kita buat(bentuk gambar ataupun bukan).misalnya penempatan TPA bukan hanya dianalisis efeknya aja dr air,tanah,udara,tapi jg biaya mengangkut paling efisien dr seluruh penjuru kota dimana,penerimaan masy sktr,kondisi lahan rawan longsor/tdk,mudah diakses/tdk.pokoknya komperhensif aja semuanya hrs dipikirin.

Di tingkat 2 dpt pelajaran dasar buat menganalisis itu semua,kita belajar lingkungan,infrastruktur,guna lahan,transportasi,sosial kependudukan,ekonomi,dan ada studio proses.nah satu yg bikin gw terus maju adlh di pwk ada 4x studio di tempat yg berbeda,studio proses,tapak,kota,wilayah.jadi studio itu pasti ada surveynya sktr 1 minggu ke sana,kmrn dptnya proses di bekasi,kota di brebes,wil di karawang dan pastinya GRATIS,paling buat makan ama fotokopi2 aja tanggung sendiri.pas bgt buat yg suka jalan-jalan,yg penting siap survey panas-panasan,ketemu org dr segala golongan,sedikit bisa survive di alam/lapangan udah cukup lah. Studio proses sih lebih bertujuan buat ngelatih kita merasakan isu yg berkembang,mencoba mencari data dan menganalisis kondisi wilayah secara umum dan isu yg ada,pokoknya bisa survey lah..selain itu paling jd tau ada 4 kelompok keahlian yaitu infrastuktur dan transport,kota,wilayah dan perdesaan,sarta pengembangan kebijakan.

Di tingkat 3 tetep belajar semua hal tapi lebih ke gmn mengelola atau manajemen aspek-aspek itu tadi,sama beberapa tentang hukum dan kebijakan.sama studio tapak ama kota,mungkin cuma tapak yg kental ama ngegambar,kita biasanya diminta bikin perumahan/rusun dan fungsional(cbd,resort,kampus,pusat pemerintahan,theme park,terserah),seru ngerjainnya!gmn kita mengkombinasikan ide dgn kondisi.kalo kota sih pokonya survey data ke pemerintah,sama koesioner/wawancara/observasi ke lapangan,terus dianalisis buat bikin rencana kota/kawasan perkotaan. Udah mulai kebayang di tingkat 3,apalagi ada Kerja Praktek dimana kita berlatih untuk bekerja di masa depan,kita bisa KP di Konsultan Perencanaan, macam PT.Studio Cilaki 45,properti macam Colliers,developer misalnya Summarecon,Bakrieland,lembaga multinasional kaya UNDP atau AusAid.LSM kaya MercyCorps atau Akatiga,lembaga pemerintah Bappenas,Bappeda,Dinas Tata Kota,PU,dll,atau perusahaan lain kaya Arutmin,Medco di bagian CSR,Perencaan Tambang/kawasan pabrik khususnya.

Disini saya belajar ternyata plano itu sangat menjanjikan.kalo kerja dikonsultan atau pns aja gajinya lumayan,apalagi jd tenaga ahli,bandingannya aja satu proyek itu 500 jt-3 M,yd dikerjain sama 10-15 org,satu waktu per org bisa ngerjain 4-5 proyek aja.itung sendiri deh,ya walaupun ga itu doang itungannya sih..hehe.setidaknya kalo gw cuma mau ngandelin gaji ga kalah lah ya ama jurusan laen.dan yg menarik adalah lulusan plano itungannya masih dikit,paling br ada sktr 30 kampus,seangkatan paling banyak jg 100org.sementara di indonesia aja ada sktr 500 kab+33 prov+nas yg harus direncanakan dlm dikali dgn bentuk rencana RTRW dan turunannya(RDTR,RTBL) ,infrastuktur(air,jalan,sampah,dll) , tematik(pariwisata,pertambangan, kelautan, perkantoran) yg jumlahmya bnyk bgt. Satu lg yg menggelitik,org sering bertanya, ada plano kok kota kita tetep macet???kalo kata seseorang karna lulusannya dikit”ya wajar saja kota kita seperti ini yg merencanakan bukan org yg seharusnya merencana.politikus murni,artis murni,atau juga atlet ikut merencanakan yg bukan porsinya,ya tentu beda perspektifnya dgn org yg belajar merencana selama 4 thn”.tentu bukan mendiskreditkan,tapi mungkin saja benar.

Ya balik lagi ke cerita,di tingkat 4 kita studio wilayah,lebih berurusan dgn interaksi kota-kota,kota-desa,dsb disegala aspek jg,intinya lebih makro.di tingkat ini ternyata baru bisa menjawab pertanyaan dr lubuk hati yg paling dalam diri mahasiswa planolgi,setelah ada namanya kuliah Teori Perencanaan,banyak pertanyaan filosofis br terjawab disini,kenapa kita butuh merencana?kalo tidak direncanakan kenapa?kenapa rencana yg dibikin sudah baik tapi hasilnya buruk atau tdk dilaksanakan?apakah mungkin rencana yg kita buat memuaskan semua pihak?banyak lah yg justru bikin semakin yakin kalo kita berada di jalur strategis dan terdepan untuk ikt memperbaiki kondisi negara kita. Bonus lain sih selama kuliah kita bisa dpt duit tambahan dr bantuin org buat survey atau input data kuesioner ke masy,biasanya selalu rebutan nih kalo ada lowongan ini,satu org bisa dpt 300rb sampe jutaan dr tiap jadi surveyor.soalnya kita diajarin survey yg bener dan valid,atau kalo bnyk koneksi bisa ikt proyek2,dan kalo mau lanjut beasiswa bnyk bgt peluangnya karena biasanya lembaga pemberi beasiswa memprioritaskan org yg bekerja di sektor publik,ya jurusan kita yg paling pas untuk hal ini kayanya.dan kalo kita kerja pasti jd atasan lah,ya minimal disebut koordinator karena kita memang master of nothing yg menjadi key of anything.

Ya pada akhirnya sih ini hanya sharing saja,kalo terlalu panjang mohon maaf,tapi kalo dijelaskan sedikit malah jadinya terkesan normatif.dan kalo ada kata-kata yg “berat” apalagi menyinggung mohon dimaklumi.waduh jd serius gini,yaa sorilahhh.. Ditunggu aja di labtek IXA!

This is Why I Love Tourism

Wisata!ya kata itu sangat menginspirasi saya, entah mengapa setiap mendengar, membaca, atau berdiskusi timbul semangat 45 di dalam benak saya untuk terus berfikir, berimajinasi, dan sampai-sampai di masa UAS seorang yang katanya mahasiswa Institut Terbaik Bangsa yang akademik adalah prioritas nomor satu, lebih banyak memilih untuk membaca halaman demi halaman majalah National Geographic Traveler edisi koleksi yang itupun saya pinjam dari seorang kawan yang juga sama-sama super sekali tertarik dengan wisata dibanding dengan membaca fotokopian catetan milik teman-teman saya yang rajin mencatat waktu kuliah atau baca beratus-ratus slide mengenai pengembangan wilayah atau sistem informasi perencanaan. Ya sebenarnya tidak ada yang salah dengan slide-slide itu, mungkin karena memang magnet wisata telah mampu menarik gelombang pikiran didalam otak saya kali ya.

Pada dasarnya memang banyak orang yang senang melakukan aktivitas jalan-jalan atau rekreasi, kecuali yang mungkin ada saja yang workaholic atau mungkin urat kesenangannya udah putus kali ya. Kesadaran “kegilaan” akan pariwisata ini mungkin terbentuk karena seringnya tinggal berpindah di dalam hidup saya.Dimana ketika itu saya yang lahir di bogor yang lahir dari percampuran antara keturunan jawa dengan sunda yang sebenarnya sangat banyak juga teman sesama “JANDA” jawa sunda  di negeri ini, tinggal berpindah-pindah, dari lahir sampai berumur tujuh tahun di Bogor, kemudian karena adanya pembukaan pabrik baru di kalimantan dari satu merek semen yang menjadi tempat kerja ayah saya ketika itu di Bogor. Maka ayah memutuskan untuk berpindah kesana, tidak tahu juga motif yang jelas sampai saat ini mengapa kami sekelurga pindah kesana,karena memang tidak penting lah itu bagi saya, Yang jelas saya tidak menyesal pernah tinggal di kalimantan.

Sebelum saya pindah ke kalimantan, sambil mengurus kepindahan kesana, saya diungsikan ke kelurga besar di Jember, Jawa Timur selama dua bulan. Disana sempat ikut belajar di SD setempat selama dua bulan biar ga ketinggalan pelajaran katanya. Kemudian  di kalimantan tinggal di Batulicin sampai dengan kelas 4 SD, lalu agar tinggal lebih dekat dengan pabrik ayah memutuskan untuk berpindah ke dekat pabrik, karena selama ini beliau harus bertindak sebagai seorang commuter dengan perjalanan Bus pabrik kurang lebih satu jam dari pabrik ke rumah. Kemudian kami pindah ke desa tarjun, di Kabupaten Kotabaru, cukup lama saya menghabiskan masa kecil disana sampai dengan lulus SMP. Kemudian untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah lanjutan atas, sebenarnya saya tidak ingin berjauhan tinggal juga dengan orang tua, namun pilihan sekolah yang ada pun yang terdekat sejauh setengah jam perjalanan dengan menumpang truk kelapa sawit,truk semen, ataupun bus karyawan yang kalau kebetulan melintas bisa kami tumpangi. Sehingga orang tua pun memutuskan untuk mengirim saya SMA di Bandung, karena kakak pertama saya yang sejak bayi tinggal dengan nenek, sudah berkuliah di Bandung.

Di SMA negeri 2,yang kami sering menyebut alumninya sebagai alumni charets, diambil dari ciri khas sekolah kami yang ditengahnya ditumbuhi pohon karet legendaris,yang justru rindang seperti pohon beringin yang biasa digunakan sebagai tongkrongan, saya menjalani masa-masa ini dengan biasa-biasa saja. Saya rasa culture shock perpindahan dari SMP di pelosok nunjauh di kalimantan ke SMA di kota besar seperti Bandung sedikit banyak menyita waktu penyesuain diri, dari yang disana untuk sekedar membaca koran favorit saya, Jawa Pos harus membaca edisi hari sebelumnya, karena koran-koran diangkut dengan kapal dengan jarak tempuh sehari semalam atau dengan pesawat tetapi ketempat saya masih harus perjalanan darat 7-8 jam, untuk browsing internet biasanya saya main ke rumah sahabat saya yang kebetulan anak dari petinggi pabrik yang dirumahnya sudah terpasang sambungan internet menggunakan satelit. Meskipun begitu kawan saya yang orang asli kalimantan lebih berat lagi, untuk sekedar menonton film kartun doraemon pun seringkali mereka datang kerumah saya pagi-pagi, agar dapat menonton film, karena rumah kawan-kawan saya ini bukan di komplek pabrik, yang listiknya hanya menyala dari pukul 6 sore sampai 6 pagi. Sementara di Bandung, anak-anak setelah pulang sekolah ke warnet,main game online seperti RO atau Dota atau juga ke mall menonton bioskop.

Perbedaan-perbedaan ini yang kemudian menginspirasi saya untuk banyak belajar bahwa Indonesia bukanlah selebar daun kelor seperti istilah yang sering kita dengar. Bagian Indonesia dengan bagian lainnya tidaklah sama, bahkan seringkali lain dunia. Diakhir semester pertama SMA, saya yang memang menyukai jalan-jalan dari mulai bersepeda mencari pohon kelapa gratis dari perkebunan setiap akhir pekan, yang gratis dimakan jika dimakan didalam kebunnya, karena tidak ketahuan oleh sang empunya, memilih untuk mengunjungi orang tua dan kawan-kawan yang masih dinas disana. Entah mengapa saya merasa sangat menikmati perjalanan sendiri di umur saya yang ketika itu masih 15 tahun menempuh perjalanan sendiri Bandung-Jakarta-Banjarmasin-Kota Baru sejauh sekitar lima belas jam perjalanan dengan berganti-ganti moda sendirian. Begitu percaya dirinya saya ketika itu, tanpa takut berfikir macam-macam tersarar atau diculik, atau apapun hal buruk yang akan terjadi. Dan memang tidak sulit untuk pulang pergi Bandung-kalimantan-Bandung sendirian di usia itu, menurut saya. Saya tidak takut untuk bertanya di jalan, mengobrol dengan supir, ataupun numpang ke toilet di perjalanan.

Keberanian ini yang kemudian selalu menjadi patokan saya dimasa-masa yang akan datang. Dengan tinggal di kota Besar seperti Bandung memang informasi hobi dan kegemaran yang kita cari, dengan mudahnya kita dapat. Masa saya takut untuk naik kereta ekonomi berkeliling jawa atau masa saya takut ke lombok naik kereta,bus,sambung dengan kapal daripada saya harus melepaskan keinginan untuk melihat keindahan pantai di pulau Lombok yang terkenal itu?atau saya takut mendaki gunung gede pangrango yang telah dijelajahi ribuan orang?TIDAK TENTUNYA.

Cerita perjalanan-perjalanan wisata ke tangkuban perahu dan wisata sekitar lainnya mungkin tidak perlu dishare terlalu jauh, karena yang dilakukan di SMA tidak banyak perjalanan yang saya lakukan sendiri maupun bersama kawan-kawan karena waktu liburan biasa saya gunakan untuk pulang berkumpul bersama keluarga. Mungkin yang bisa saya lakukan untuk memuaskan hasrat berjalan-jalan adalah dengan touring ke Subang, atau liburan kelas dengan hiking bersama atau ke pantai Santolo, Pameungpeuk Garut.

Di masa perkuliahan, saya banyak bertemu dengan keberagaman indonesia di kampus tercinta ini. Masing-masing kawan membawa kebanggaan dan cerita daerahnya masing-masing, semenjak itu saya bertekad untuk menjejakan kaki saya di kampung halaman meraka masing-masing dalam rangka menghargai dan menikmati tanah kampung mereka yang dibanggakan itu.  Disamping itu saya bertemu dengan teman-teman yang memang sedikit banyak punya keinginan untuk menghabiskan libur kuliah yang TIGA BULAN itu dengan berjalan-jalan. Semakin sadar saya bahwa kesempatan liburan panjang ini hanya bisa didapatkan dimasa-masa kuliah, semakin sering pula saya browsing, membuat rute perjalanan wisata ketika kuliah, ataupun mengajak teman-teman sekelas untuk ikut perjalanan yang saja jamin tidak akan pernah terulang. Mengenai perjalanan keliling pulau jawa yang sudah saya post dulu sekali,sebelum blog ini mati suri nampaknya tidak perlu panjang lebar lagi saya ceritakan, tetapi disitu merupakan perjalanan pertama saya membawa sepasukan mahasiswa yang memang berserah diri saya arahkan kemana tujuannya, menggunakan kendaraan apa, makan dimana, dan bahkan mengikhlaskan seribu rupiahnya buat tiket kereta ekonomi saya. Dari situ semakin dibukakanlah mata saya akan keindahan, akan perbedaan, akan ultimate in diversity nya negara ini. Seringkali saat ini saya bangga sendiri akan perjalanan yang saya buat, bagaimana tidak menyesalnya saya dan kawan –kawan perjalanan saya yang ketika itu sempat mengunjungi kampung Naga di Tasikmalaya, karena bukan hanya kampung ini seringkali menjadi contoh kasus di berbagai perkuliahan kami , tetapi bahkan menjadi salah satu SOAL UAS. Dengan berwisata ternyata tidak hanya mendukung hobi, pertemanan, tetapi sudah masuk ke ranah akademik, ini yang selalu saya sombongkan akan pentingnya pariwisata ke teman-teman saya.

Perjalanan-perjalanan berikutnya memang lebih banyak dilakukan bersama kawan-kawan planologi, dari mulai mendaki gunung gede, papandayan pangrango, Bali Lombok, sampai berdua ke KarimunJawa pun GW JABANIN karena sudah meletupnya keinginan untuk berwisata. Kuliah-kuliah tidak pernah lagi mencatat, mengeluarkan pulpen pun kalau sudah ada ide yang ingin dituangkan mengenai rute atau ide wisata, kalau untuk sekedar absen minjem temen sebelah aja bisa lah ya.

Ya mungkin segini dulu lah ya, perkembangan-perkembangan mengenai cita-cita mengenai wisata, bisnis wisata sampai pada keinginan menjadi menteri pariwisata besok lagi lah ya, nonton The Simpson dulu deh, cangkeul Lur!!

Kuis Wisata Berhadiah ke Pulau Komodo GRATIS

Kuis ini merupakan kuis resmi yang diselenggarakan kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, melalui situs resminya www.indonesia.travel.


Jawab pertanyaan pariwisata Indonesia sebanyak-banyaknya dan ajak teman-teman Anda untuk ikutan kuis ini.

Kumpulkan poinnya dan menangkan wisata ke Pulau Komodo 3 hari 2 malam untuk 5 orang pemenang. Hadiah termasuk tiket, akomodasi, dan uang saku.

Langkah-langkah untuk ikut kuisnya :

-Buka link : http://www.indonesia.travel/quiz/index.php?fuid=1020551243

-Pastikan account facebook anda telah Login, atau dapat pula Login melalui halaman dari link diatas

-Kemudian akan muncul konfirmasi penggunaan aplikasi kuis, Klik Allow

-Kemudian akan muncul pertanyaan dan pilihan jawaban yang ada, anda tinggal mengisi jawaban dengan memilih pilihan yang ada, lalu klik submit untuk mengetahui benar salahnya jawaban anda, terdapat juga link sebagai bantuan informasi dari pertanyaan yang ada.

-Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut sebanyak 5 pertanyaan sehari, dan dapat dilanjutkan pada kesempatan/hari berikutnya.

Aturan main:

  • Jawab pertanyaan dengan menemukannya pada hint yang tersedia
  • Tiap jawaban betul akan mendapat 5 poin
  • Dalam sehari Anda dapat menjawab maksimal 5 pertanyaan, dan dapat melanjutkannya lagi di hari berikutnya
  • Ajak teman-teman untuk ikutan kuis ini, maka Anda akan mendapatkan 1 poin/invite teman
  • Poin perolehah dari menjawab pertanyaan dan invite teman akan diakumulasi hingga kuis ditutup
  • Kuis ini di tutup pada 12 Juli 2011
  • Pemenang kuis akan diumumkan pada tanggal 14 Juli 2011 pada acara Bubu award dan website indonesia.travelSyarat dan ketentuan:
  • Pemenang akan dipilih berdasarkan perolehan 5 peringkat poin tertinggi
  • Pemenang akan dihubungi via email untuk dimintai data diri
  • Pemenang yang tidak memberikan data diri akan digantikan user lain satu peringkat di bawahnya
  • Pemenang masing-masing akan mendapatkan paket wisata ke Pulau Komodo selama 3 hari 2 malam.
  • Biaya hotel, pesawat, kapal/cruise, makan dan uang saku secukupnya akan ditanggung pihak www.indonesia.travel
  • Rencana perjalanan menuju Pulau Komodo adalah sbb:
    • Hari 1: JKT- Bali-Labuhan Bajo (by pesawat), menginap di Labuhan Bajo
    • Hari 2: Hotel – Pulau Komodo – Pink Beach P.P ( by boat )
    • Hari 3: Labuhan Bajo – Bali – Jakarta (by pesawat)
  • Pemenang akan diberangkatkan dari Jakarta
  • Biaya di luar perjalanan tersebut di atas tidak ditanggung oleh pihak www.indonesia.travel
  • Pihak yang terkait sebagai penyelenggara kuis (indonesia.travel) tidak diperkenankan untuk mengikuti kuis ini
  • Keputusan pihak indonesia.travel tidak dapat diganggu gugat
Ini saya lampirkan dari salah satu halaman dari situs tersebut mengenai profil pulau komodo :

Taman Nasional Komodo : Menelusuri Lebih Dalam Kehidupan Komodo

Kendurkan syaraf dan bebaskan pikiran Anda untuk berpetualang di tempat yang menakjubkan ini. Saat berada di Taman Nasional Komodo seakan saja Anda berada di planet lain, sebuah pengalaman sangat mengesankan dan tak terlupakan bila mengunjunginya.Datanglah ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.Komodo adalah makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif, mereka merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Mereka hanya butuh satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mengintai mangsanya, terkadang hingga berhari-hari, komodo akan memakan  mangsanya yang tengah sekarat.

Meski besar ukurannya, bersisik, berkuku tajam, lidah menjulur bercabang dua, serta bentuknya yang purba tetapi Anda tidak perlu takut melihatnya seseram itu karena setiap pengunjung termasuk Anda yang ingin melihat hewan ini akan ditemani jagawana yang sekaligus sebagai pawang. Anda tinggal mematuhi saja semua petunjuk dan saran pemandu berpengalaman ini.

Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Sitedan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.

Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.

Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Untuk kesekian kalianya minggu ini kembali teringat untuk mencoba menuliskannya, harus beres. Mumpung lagi libur UAS, tinggal dua mata kuliah lagi ini (padahal Cuma gara-gara kepotong sabtu minggu). Sebenarnya pengen cerita doang gara-gara minggu depan mau kesana lagi bareng anak-anak PL.

Taman nasional ini terletak diantara tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Terdiri dari 2 gunung yaitu gunung Gede 2958 m gunung Pangrango 3018 m. Untuk mencapainya yang paling mudah adalah melalui cipanas, yang kemudian dari cipanas tinggal naik angkutan umum menuju cibodas. Karena Cibodas merupakan salah satu jalur pendakian yang paling sering digunakan selain melalui Gunung Putri dan Selabintana. Kami memutuskan untuk mendaki di tanggal 25 desember 2009 yang bertepatan dengan hari natal. Kalo kata si Lutfhi sih kita nemenin Arnold ngerayain natal di puncak gunung. Selain alasan utamanya memang adanya hari libur tanggal segitu,dan kalo pas tahun baru pasti rame banget yang naik. Kami naik berlima, yaitu saya, Lutfhi, Fazil, Adhamaski, dan Arnold. Padahal sebenarnya ada satu lagi yang mau ikut, Adam Pasuna tapi karena dia ngerayain natal bareng keluarga dia gak bisa ikut, sementara si Arnold yang juga ngerayain natal, malah memilih pulang abis ngedaki gunung. Kita-kita yang gak ngerayain mah oke-oke aja naik pas natal itung-itung olahraga.

Kami berangkat dari bandung jam 12 malam naik mobilnya Fazil, biar bisa ngedaki dari pagi. Sampai di pos pendakian jam 2 pagi kami memutuskan untuk tidur dimobil sambil menunggu pos buka, dan ternyata subuh kami keluar dari mobil , udaranya sangat dingin bikin sakit perut pokonya. Pagi-pagi kami mengurus perizinan yang sebenarnya sudah kami lakukan beberapa hari sebelumnya, karena di Taman nasional ini untuk mendaki ada batas maksimal jumlah pendaki perharinya. Namun karena si Adhamaski ini mendadak ikut kami harus sedikit melobi agar bisa diikutkan rombongan. Disamping itu kami menyewa seorang pemandu karena memang belum ada diantara kami yang pernah mendaki disini. Kami membdapatkan seorang pemandu namanya kang Ferry, asli Cibodas dengan harga 250.000 padahal harga normalnya adalah 350.000, selain karena kami hanya berlima juga karena lagi-lagi ilmu melobi 2 sks kami.

Kami mendaki pukul sembilan pagi, ngaret sih tapi gak papa. Dari pos kami melewati taman-taman yang biasa digunakan untuk menginap bagi orang-orang yang ingin menikmati sejuknya pegunungan. Setelah beberapa saat kami terdapat air terjun cibereum tapi kami memutuskan untuk melihat kesana setelah turun nanti karena harus sedikt masuk kedalam. Setelah itu diperjalanan kami melihat ada telaga biru, wah pemandangannya keren, ikan-ikan terlihat jelas, belum lagi disekitarnya mengalir aliran air layaknya selokan pegungungan namun bersih dan segar sekali airnya. Setalah menempuh perjalanan beberapa saat kami melihat ada pula sumber air panas gunung yang kami lewati dengan menggunakan sandal padahal terletak di tepi jurang, yang pengamanannya sangat minim sekali, bahaya sekali kalo kaget, bisa-bisa terperosok ke dalam jurang. Disekitarnya kami berhenti sejenak untuk berendam dan makan siang dari bekal yang kami bawa, sementara kang Ferry Cuma bawa nasi, ia makan dengan memetik daun-daun yang ada disana, padahal asem banget rasanya pas anak-anak nyobain, emang begitulah hidup di alam kali rasanya. Tak lama hujan turun kami beristirahat dipos sambil bertemu rombongan tentara yang baru berlatih di gunung, ya ini baru namanya fisik tentara harus terus dilatih biar gak kalah ama Malaysia.Memang keadaan pos-pos yang ada disini begitu memprihatinkan keadaanya tak terurus,hanya tempat yang beratapkan seadanya dan kotor berlumut. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan sampai ukul 4 sore, dan kami memutuskan untuk tinggal di kandang Badak, katanya si emang dulu disitu tempatnya Badak, tapi gak tahu beneran apa Cuma becanda. Ketika kami datang keadaan disana sudah cukup ramai tenda-tenda sudah berdiri, kami yang mendapat space dipojok nampaknya tidak dapat mendirikan tenda,karena gak muat tempatnya, akhirnya alas tenda pun kami jadikan kelambu saja sementara kami hanya tidur menggunakan dengan sleeping bag, padahal bisa aja menndirikan tenda diluar tapi penuh juga temaptnya karena keduluan.Dan Ini dia nih masalah pendaki amatir seperti kami, kami hanya membawa roti dan jajanan ala kadarnya, mie pun tidak. Apalagi membawa kompor, ya pada akhirnya kami memilih tidur saja disamping lelah, juga takut kalo bangun bakal laper. Untungnya disana terdapat saluran air minum dari mata air pegunungan yang dapat langsung diminum.Tidak terasa kami tidur sudah cukup lama jam 4 subuh kami bangun karena keadaan menjadi tambah ramai ketika ada rombongan lain yang datang. Kami pun bangun untuk melanjutkan perjalanan kepuncak untuk dapat mengejar sunrise, sekitar satu jam lebih kami sampai di puncak, ya akhirnya KAMI BERHASIL MENCAPAI PUNCAK GEDE 2958 M.Pemandangan indah di kiri ada gunung pangrango, di depan terlihat keadaan kota dibawah, dikanan pemandangan alun-alun,padang rumput dan bunga edelwies, serta pemandangan kawah di sekitarnya kami lengkap sudah keindahan alam ciptaan sang Maha Kuasa ini. Setelah berfoto dan menikmati keadaan puncak kami turun lagi melalui cibodas, ya kali ini perjalanan turun terasa mudah dan cepat, tidak terasa beban di Carrier. Turun kami menuju air terjun ciberuem yang sebelumnya kami lewati dan subhanallah air terjun disini ada tiga buah yang berjajar indahnya. Airnya kencang ditambah hembusan angin pegungungan, kami segera berendam dan dingin sekali rasanya, tidak kuat berlama-lama kami kemudian turun ke pos yang sudah tidak jauh lagi karena memang air terjun ini letaknya cukup dekat dari bawah. Waktu yang ditempuh dari pos sampai kandang badak adalah 7 jam, sementara dari kandang badak ke puncak kurang dari 2 jam. Sementara untuk turun dari kandang badak ke Pos mungkin hanya butuk sekitar 3 jam. Ya tanggal 21 Mei 2010 ini kami akan kembali ke sana dengan menuju puncak Pangrango 3018 m, kali ini kami akan membawa sekitar 20 orang pasukan, yang ingin merasakan pula nikmatnya mendaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Amin..

Pacu Lokomotif tanpa asap



Pacu Lokomotif tanpa asap

Suatu ketika di musim liburan semester genap kami mahasiswa sebuah Institut Teknologi milik negara dengan cap gajah duduk yang berlokasi di kota Bandung bersepakat untuk menghabiskan liburan kali ini dengan ala backpacker (bisa dilihat pada postingan sebelumnya maupun akan datang karena tak kunjung tiba waktu yang tepat untuk menuliskanya).  Pada saat itu kami memilih berlibur ala backpacker dan menggunakan kereta ekonomi sebagai moda transportasi karena yang pertama kami ingin merasakan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan sebagai pemuda yang akan menjadi para pemimpin dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa kami tentunya harus mengenal rakyat dari dekat. Dan tentunya alasan klasik keterbatasan dana yang kami miliki menjadi faktor penting dalam hal ini.

Dalam perjalanan kami merasakan bagaimana betapa semrawutnya untuk masuk ke dalam kereta, banyak orang tua yang berdesak-desakan untuk mendapat tempat duduk, serta para ibu yang membawa serta balitanya untuk hanya sekedar agar anaknya dapat sedikit nyaman tidur dalam perjalanan menuju kampung halamannya,mereka harus berjubel ria dengan para pria yang masih gagah perkasa menuju tiap gerbongnya.Saling sikut, tarik menarik barang, atau teriakan-teriakan anak-anak yang terpisah dari orang tuanya maupun terjepit diantara kerumunan menjadi hal yang lumrah. Belum lagi keadaan didalam yang mungkin sudah tidak manusiawi lagi, makhluk-makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna itu bahkan harus merelakan tubuhnya dikangkangi, bahkan kaki tangannya terinjak ketika berbagai macam penjaja makanan berkeliling mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Saya membayangkan bagaimana seandainya perjalanan ini saya lakukan di negara Jepang ataupun Eropa kecepatan dan kemewahan ala Sinkansen atau kereta bawah laut ala Eropa, tentunya tidak perlu saya berpeluh keringat hanya untuk memasukinya atau harus saling memaki karena kereta yang tak kunjung datang maupun terlambat.

Transportasi ala Belanda

Analogi lokomotif ini saya terapkan pada pendidikan di negeri Belanda.Eropa layaknya merupakan stasiun besar salah satu kutub peradaban bumi, beragam sejarah kehidupan manusia berpusat di sini. Belanda sebagai salah satu kereta Eropa dikenal sebagai negara penjelajah dan bagian dari negara mapan eropa selain Inggris, Prancis, dan Jerman di berbagai bidang. Dengan belajar di Belanda kita tidak hanya dapat melihat miniatur eropa tetapi dapat menjelajahi negara sekitarnya dengan mudah baik untuk sekedar berwisata maupun tujuan lainnya.

Kemewahan ala Belanda

Disamping itu pula belanda dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia.Belanda ibarat kereta tepat waktu dengan berbagai fasilitas, kemewahan, teknologi tinggi ramah lingkungan dan jangkauannya yang luas.Disana terdapat Universitas Leiden yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan hukum tertua di dunia. Apalagi jika anda ingin mendalami hukum Indonesia, tentunya tempat tempat terbaik untuk belajar hukum adalah di Belanda, karena banyak undang-undang kita bersumber dari hukum Belanda. Di bidang lain, universitas teknik Delft unggul dalam teknologi pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa,hidroteknologi,geologi,perminyakan,kelautan dan sebagainya.  Peran Belanda di dunia pun sudah diakui, Dimana salah satu buktinya sebagai contoh adalah Tinbergen bersaudara; Jan Tinbergen pernah meraih Nobel bidang ekonomi, sementara Nico Tinbergen meraih Nobel bidang etologi.  Seorang dosen saya yang menempuh pendidikan master dan doktornya di Universitas Groningen, pernah berkata bahwa Belanda merupakan negara yang paling  tertata di dunia. Disana transportasi mayoritas menggunakan sepeda yang ramah lingkungan tentunya. Sementara jika tidak menggunakan sepeda, kita dapat menggunakan bus atau trem yang murah,bersih,sistematis,dan tepat waktu.Atau jika perjalanan jauh dapat digunakan moda metro/subway.Ditambah lagi teknologi kincir angin yang sangat dikenal luas dan diakui sebagai salah satu pelopor penggunaan energi terbarukan.  Bahkan beliau mengatakan pembangunan yang dilakukan negeri asal pelukis terkenal Vincent Van Gogh di kota Bandung merupakan pembangunan yang sesuai dengan prinsip perencanaan yang berkelanjutan, pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kualitas lingkungan serta infrastruktur seperti drainase maupun jalur kereta api dilakukan perencanaan dengan matang dan terstruktur. Sementara pembangunan dimasa sekarang lebih bersifat pragmatis, sehingga kadangkala tidak ada integrasi satu sama lain yang pada akhirnya menyebabkan banjir, kemacetan dan sebagainya.

Suasana kota Utrecht

Suasana kota Utrecht

Keindahan ala Belanda

Keindahan ala Belanda

Festival Multikultur Maastricht

Festival Multikultur Maastricht

Dengan menempuh studi di Belanda berarti anda telah bergabung dalam kereta komunitas global dimana disana terdapat 76.000 mahasiswa asing yang sedang menempuh studi. Di titik ini anda akan dapat dengan mudah mencapai ibukota-ibukota negara lain seperti Brussels, Paris,atau Munich. Tidak hanya kemampuan akademis anda yang akan berkembang, sudut pandang anda pun akan lebih luas terhadap dunia yang tentunya akan menunjang link ada terhadap pusat-pusat yang berpengaruh besar terhadap kehidupan global serta kemampuan  bahasa asing anda akan terasah secara advance.Gerbong-gerbong universitas yang tersedia dapat anda pilih sesuai dengan keinginan dan cita-cita. Dengan 14 universitas riset yang didanai pemerintah ditambah lagi  berbagai universitas terapan serta institusi pendidikan bertaraf internasional mampu menjamin keberlangsungan studi anda. Tidak perlu khawatir bahwa anda belum mampu berbahasa Belanda karena Belanda merupakan negara berbahasa non Inggris pertama yang menawarkan program studi internasional atau berbahasa Inggris. Hingga kini lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris untuk berbagai bidang yang ditawarkan oleh pendidikan tinggi Belanda. Hal ini mengindikasikan bahwa belanda telah siap menjadi negara terdepan yang menjadi lokomotif untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Ibarat Pulang kampung

Kadangkala sebagian orang berfikir dengan bekerjasama atau menempuh pendidikan di Belanda sama saja kita menyatakan diri ingin dijajah kembali. Namun ungkapan seperti itu seharusnya tidak berlaku lagi,zaman sudah berubah. Pendidikan adalah investasi,ibarat rel-rel kereta yang dibangun untuk mengakomodasi pergerakan masyarakat, pendidikan adalah jalan untuk mengakomodasi masa depan yang lebih baik. dengan menempuh ilmu di negara yang lebih maju, kita dapat mengambil manfaat dan contoh dari negara tersebut untuk memajukan bangsa kita sendiri.Masyarakat Belanda adalah masyarakat multikultur dan terdiri dari kelompok-kelompok orang yang sudah menetap di Belanda selama berabad-abad. Bahkan di masa sekarang ini, Belanda menyadari kedekatan dengan negara kita itu adalah kedekatan yang sifatnya kultural bukan lagi menerapkan politik apartheid yang jelas-jelas merugikan. Warga Belanda sangat welcome dengan keberadaan warga Indonesia, karena sebagian dari mereka pernah ke Indonesia atau bahkan

amsterdam bicycle parking

amsterdam bicycle parking

memiliki garis keturunan Indonesia. Bahkan secara terbuka pemerintah Belanda menetapkan preferensi beasiswa untuk Warga Negara Indonesia yang lebih besar dibandingkan negara berkembang lainnya.Hal ini terbukti dengan berdirinya Netherland Education Support Office (NESO). Beragam pilihan beasiswa dapat dipilih diantaranya adalah Netherland Fellowship Programme (NFP),  Huygens Scholarship Programme (HSP),  atau StuNed. Disamping itu banyak pelajar dari Indoenesia yang memanfaatkan beasiswa pertukaran pelajar antar universitas, lembaga, maupun negara.   Oleh karena itu banyak orang Indonesia merasa berada di kampung halaman sendiri ketika menempuh studi di Belanda karena terdapat 15.000 lebih warga negara yang tinggal di negeri Ratu Beatrix, ini belum termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi, perasaan ini didikung oleh kebudayaan yang banyak saling bersinggungan antar kedua negara,kedekatan garis keturunan, bahkan jika kita mencari rempah-rempah yang apabila tanpanya makan kita merasa ada sesuatu yang kurang yang biasanya sulit ditemukan di negara lain, dapat kita temukan dengan mudahnya.

Dengan studi atau tinggal di Belanda berarti kita siap untuk menjadi lokomotif kemajuan teknologi yang selaras dengan alam melalui berbagai produk ramah lingkungan dan menghargai akan keberagaman dan kebudayaan manusia,ibarat lokomotif tanpa asap. Sekarang keputusan berada di tangan kita apakah kita ingin menjadi bagian dari dari gerbong-gerbong lokomotif perubahan  ini atau hanya menjadi sekedar penonton lokomotif –lokomotif yang  saling berkejaran itu .

Source Gambar :

http://religioustravelassociation.ning.com/groups/group/show?groupUrl=oberammergau2010

http://www.adambutler.com.au/adamB/?p=550

http://www.trekearth.com/gallery/Europe/Netherlands/South/Utrecht/Utrecht/photo1034037.htm

http://www.trekearth.com/gallery/Europe/Netherlands/photo1198857.htm

http://crossroadsmag.eu/2008/07/manusvanalles/

#Silahkan dicoment postingannya baik berupa saran, kritik,maupun supportnya.. thanks a lot#

Backpacking part III Jogja

Perjalanan ini merupakan lanjutan dari Backpacking pulau jawa yang udah lama banget kepotong, entah kapan mau dilanjutin. Ceritanya sih lagi jadi orang sibuk padahal mah emang lagi SO (Study Oriented). Dari purwokerto kita diantar menuju stasiun Purwokerto oleh omnya Yovan yang ternyata dia baru ingat ada omnya yang berada di Purwekerto. Untung saja ada omnya Yovan, kalau tidak kami harus menyewa beberapa taksi yang sebenarnya sudah kami booking dari sore hari. Namun setelah jalan-jalan kota purwokerto pake pick-up, akhirnya untuk menghemat biaya kami memilih untuk berangkat ke stasiun (dengan sedikit memelas pada omnya yovan, yang luar biasa baik, makasih om…hehehe) dengan menggunakan pick-up. Kami berangkat dari kosan Afid (teman SMA Yovan dan Fikri) lewat tengah malam, untuk mengejar kereta yang dijadwalkan sekitar pukul 02.30. Kami berencana naik kerera api Logawa atau kahuripan gitu, maklum udah lama jadi lupa gini. Oh iya selama perjalanan kami dari Bandung sampai Purwokerto beberapa hari belakangan ini, sering anak-anak online melalui facebook, YM, atau Twitter yang menceritakan pengalaman kami selama dijalan. Beberapa teman yang tidak ikut, merasa ingin bergabung setelah mendengar cerita-cerita kami. Beberapa berencana menyusul baik dari Jakarta maupun Bandung menggunakan kereta Api ekonomi,bisnis, Eksekutif, bahkan pesawat terbang! Sambil menunggu kepastian mereka, kami  yang tiba di stasiun dini hari, menunggu sambil lagi-lagi bermain kartu atau uno. Ternyata saat menunggu kami menyadari teman-teman yang akan bergabung juga melewati stasiun purwokerto, iseng-iseng sambil menebak kereta yang ditumpangi teman kami. Tiap kereta yang lewat kami masuki sekedar untuk melihat-lihat(padahal bosen kereta sendiri gak dating-deteng). Ternyata benar, kami bertemu Indra dan Yusi yang berangkat dari Jakarta menggunakan kereta bisnis,kami pun mengabadikan momen yang cukup unik ini. Setelah itu kereta kami pun datang, perjalanan ditempuh sekitar 5 jam, Kami tiba sekitar pukul 8 pagi.

Ternyata di stasiun Lempuyangan telah tiba teman kami yang menyusul sebelumnya Indra dan Yusi naik kereta Bisnis. Dan tentunya Dewi dengan garuda Indonesianya sudah berada di dekat stasiun. Di jogja kami berencana menginap di rumah kakeknya indra di daerah Jl Petang Puluhan, yang sejak jauh hari udah saya paksa buat menampung kami dijogja. Sandra pun telah tiba disana, Karena sudah beberapa kali kejogja.Setelah beristirahat kami berjalan-jalan keliling jogja dengan menggunakan bus TransJogja, nggak kalah lah sama Busway, malahan gak usah terlalu berdesak-desakan. Tiketnya dibayar sekali untuk satu perjalanan, walaupun berganti-ganti bus tetapi kalo merupakan sambungan tidak perlu membayar lagi, mantap!.Tapi saying ketika ingin ke prambanan kami datang sudah masuk magrib karena kelelahan tidur seharian. Kami berencana malam ini untuk berjalan-jalan didaerah Malioboro, Bringharjo, Maupun benteng Freideburg, sambil janjian dengan rombongan bertemu dengan Fani, Tiara, isni,Pewe, Ganes yang baru sampai naik kereta Ekonomi. Setelah lelah jalan-jalan, sebagian belanja titipan orang rumah, dan juga makan, kami memutuskan untuk pulang berjalan kaki, karena sudah tidak beroperasinya jam transjogja. Ternyata lumayan cape juga jalan pulang yang ternyata cukup jauh. Besok paginya kami berencana untuk menuju  kampus UGM untuk melihat-lihat dan sarapan. Kami makan di SGPC, yang menawarkan menu utama nasi pecel, walaupun harganyal umayan mahal, tapi rasanya tidak mengecewakan. Setelah itu kami menuju terminal untuk mencarter bus kecil di terminal untuk menuju Borobudur.

Review Backpack Jabar – Jateng – Yogya ( Part Purwokerto)

Perjalanan dari Tasikmalaya menuju Purwokero kami tempuh sekitar 4 jam lamanya,dan bagi saudara alam ini merupakan sejarah dalam hidupnya. Karena ketika melewati pebatasan Jabar-Jateng merupakan pertamakalinya ia keluar dari Jawa Barat, Kami pun serentak bertepuk tangan dan dan mengngkat tangan bersorak sorai menikmati senangnya teman kami ini. setelah sampai di terminal purwokerto yang bangunannya cukup megah itu, kami sudah ditunggu oleh teman dari Fikri dan Yovan saat mereka dulu SMA di Al-Bayan yaitu Afid yang sekarang berkuliah di Unsoed. Dari terminal kami mencarter angkot menuju kawasan kampus Unsoed dimana kosan Afid berada.  Sesampai dikosan yang bernama Ghotam City ( plesetan batman) ini kami segera beristirahat di kosan , disana kami diberi 3 kamar, yang satu kamar Afid untuk yang perempuan, serta kami para lelakai menempati dua kamar kosong yang ada dikosan itu. Kedatangan kami yang belasan orang ini tentunya membuat kosan menjadi ramai, bahkan ruang tengah pun menjadi daerah jajahan kami. Sulit dibayangkan memang hal ini bisa terjadi, namun demi mengurangi budget kami sangat senang dan menikmatinya.

terminal purwokertokosan afid

Malam harinya kami berkeliling sekitar kampus, makan malam dengan menggunakan lumpia ayam super jumbo yang ternyata harganya RP 8.000,00 wow mantap dan murah bro, bahkan beberapa dari kami tidak habis karena kekenyangan. Setelah makan kami memutuskan untuk bersantai saja dulu dikosan lagi-lagi uno dan capsah merajalela sambil menonton TV dan bercengkrama.Sebagian kewarnet untuk memindahkan foto-foto yang ternyata di kamera Roby dan Salman yang mencapai limit kapasitasnya. Sambil beristirahat agar besok  bisa ke Baturraden.

menunggu makan lumpia ayamolahraga pagi

Pagi harinya kami berolahraga di sekitar kampus, karena letak kosan yang berseberangan dengan lapangan bola dan hanya perlu berjalan kaki untuk bermain basket, maka sebagian dari kami bermain basket, sisanya masih terlelap tidur atau memilih nongkrong dikosan. Setelah itu kami makan bubur ayam di depan lapangan bola, lagi-lagi memang mantap cuy.

 

Setelah itu kami bergiliran mandi, pukul 9 kami berangkat menuju Baturraden dengan mencarter satu angkot. Perjalanan ditempuh selama setengah jam, Memasuki kawasan wisata barurraden sangat berbeda dengan kota purwokerto yang panas, udara sejuk mulai terasa. Tiket masuk ke kawasan ini saat itu Rp 5.000 . Setelah berfoto di depan gerbang, kami memasuki kawasan ini, dan kami benar-benar terkejut kawasan ini terlihat benar-benar terawat berbeda sekali dengan kawasan wisata di Bandung yang mungkin lebih bagus namun tidak terawat.

Disana terdapat air terjun yang sangat jernih dan dingin airnya ditambah dengan tebing-tebing tinggi yang luar biasa mantap. Bahkan disana ada pemuda yang bisa disuruh untuk terjun dari atas yang mengharapkan dibayar dari pengunjung dengan sistem request. Lebih dari dua jam kami berkeliling, kami baru sadar waktu telah masuk dzuhur, setelah sholat kami memutuskan untuk mencoba menikmati pancuran air panas langsung dari gunung disekitar sana.

Dan ternyata panasnya luar biasa bener-bener matang, utuk bisa menceburkan seluruh bada butuh waktu 5 menit untuk memasukan badan secara perlahan-lahan karena saking panasnya. Keringat bercucuran ditengah suasana dingin pegunungan penyehatan kembali kulit-kulit yang rusak sangat terasa. Bahkan Yovan mencuba untuk dipijat menggunakan lulur dari belerang. Disebelah kolam air panas ini ternyata ada pancuran aing juga yan dinginnya sangat menyegarkan . waw luar bisa seperti berada di surga kami bersakan indahnya dunia, keajaiban alam dimana air dingin dan panas yang hanya berjarak kurang dari 10 meter luar biasa!!!.

Setelah sekitar satu jam lebih perut terasa mulai keroncongan, setelah membilas badan kami turun kembali ke kawasan ramai pengunjung, badan yang masih menggingil dihangatkan oleh susu murni hangat , maknyus banget dah. Kami memutuskan untuk makan siang di kota sambil mencari oleh-oleh purwokerto, turun kekota dengan angot carteran yang setia menunggu, kami makan di sekitar alun-alun untuk makan soto sokaraja khas purwokerto yang tentunya tak boleh dilewatkan, dan rasanya bung mantap, kuah soto menggunakan kecambah dengan menggunkan daging ayam ataupun kambing sanggat menggugah selera. Setelah makan kami memilih untuk membeli oleh-oleh idsekitar situ dan yang paling banyak ternyata membeli lagi-lagi makanan, kali ini tempe mendoan yang sudah melegenda itu pun laku keras terjual. Menikmati mendoan yang baru diangkat sambil menikmati semilir angin dari angkot yang melaju menuju kosan sangat nikmat.

Sampai dikosan kami bergiliran mandi dan beristirahat, setelah maghrib kami yang memang tidak memiliki agenda sampai keberangkatan kereta jam 2 pagi,kami berfikir kira-kira agenda apa yang bisa dilakukan. Dan ternyata kebetulan Yovan sedang ditelepon oleh omnya yang tinggal diPurwokerto, mengetahui keponakannya sedang berada di Purwokerto om Yovan menawarkan untuk berjalan-jalan keliling purokero, Kami diberi pilihan menggunakan kendaraan sejenis kijang atau menggunakan kendaraan bak terbuka. Pilihan diserahkan kepada naluri backpacking kami yang memilih truk bak terbuka.Mantap bahkan bak mobil untuk duduk pun tidak cukup Malam itu kami berkeliling kota menikmati Purwokerto yang sebenar-benarnya sampai menuju ke alun-alun menikmati malam minggu orang Purwokerto. Disan keadaan sangat ramai benar-benar fungsi alun-alun yang tepat, sebagai arena kumpul sesama teman dan keluarga menikmati malam hari. Melihat kerlap kerlib lampu bertebrangan kami penasaran benda apa yang terbang itu . Ternyata itu yang disebut baling-baling bambu yang dilengkapi lambu kelap-kelip. Wah penasaran kami pun membeli beberapa buah dan sebagai orang-orang kota kami ternyadi menjadi orang udik didaerah lain. Kami serasa menjadi anak kecil yang kegirangan ketika mainan ini dengan eloknya terbang dan sanling bertanding siapa yang lebih tinggi melemparkan mainannya, sampai sampai kami ternyata masing-masing membelinya.Tak terasa waktu sampai dukul 10 malam, gerimis yang menyadarkan kami. Kami memutuskan pulang , menuju mobil kami melewati pasar malam di alun-alun.Sesampai dikosan kami memutuskan untuk tidak tidur sampai jam 2 menunggu keberangkatan, sebelumnya kami kebingungan dengan transportsi menuju stasiun,bahkan kami kesulitan mencari taksi untuk dicarter, dengan adanya mobil pick up ini kami pun meminta Yovan umtuk lagi-lagi merayu keluarganya agar mau (sebenarnya minta dikasihani) agar bisa diantarkan ke stasiun. Lagi-lagi dengan kebaikan keluarganya kami diantarkan pukul 1 dari kosan menuju stasiun . Sesampai distasiun saya segera membeli tiket untuk keberangkatan menuju Yogyakarta. Kami menunggu di dekat rel agar tidak ketinggalan kereta. Sambil menunggu lagi-lagi uno dan capsah berjaya bermain uno di dekat rel kereta yang sering dilewati kereta yang menghembuskan angin panas sungguh sensasi yang berbeda. Satu dua jam kami menunggu sudah lebih dari lima kereta yang lewat didepan kami. Oh iya setelah 3 hari perjalanan, ternyata teman-teman kami yang tidak ikut penasaran dengan serunya perjalanan kami yang kami update di facebook maupun YM, beberapa orang menyatakan akan menyusul malam ini menuju Yogyakarta, saya berfikir kenapa tidak, wlaupun merka telah kehilangan setengah perjalanan. Dan kami baru ingat ternya Yusi dan Indra menyusul dengan menggunakan kereta bisnis yang singgah di stasium tempat kami menungu saat ini. Kami pun dengan jahilnya ketika kereta itu singgah kami masuk dan mencari mereka, kami mencari di berbagi gerbong dan bertemu mereka untuk sesaat. Setelah itu setengah jam kemudian kereta kami tiba dan kami pun berangkat menggunakan kereta api ekonomi progo seharga Rp 26.000.

Profil program studi Teknik Planologi ( Perencanaan wilayah dan Kota )

Sebagai seorang mahasiswa planologi saya menyadari bahwa pengetahuan masyarakat mengenai program studi / jurusan ini sangat kurang, khususnya bagi para calon – calon mahasiswa yang sedang mencari jurusan untuk melanjutkan studinya . Berikut ini saya kutip beberapa informasi mengenai jurusan ini dari berbagai sumber .

Dari http://www.itb.ac.id/usm-itb/Prodi/154.htm

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota – Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan

Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Teknik Planologi, merupakan salah satu program studi di SAPPK-ITB, berdiri pada tanggal 14 September 1959. PWK adalah program studi yang berkaitan dengan berbagai bidang ilmu yang lain, baik ilmu keteknikan maupun sosial ekonomi.

Dalam proses pendidikannya nanti ketika teman-teman menjadi mahasiswa PWK, teman-teman akan mendapatkan mata kuliah yang berasal dari bidang studi lain seperti geologi lingkungan, perpetaan, dll. Selain mata kuliah keteknikan, teman-teman juga akan mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu sosial, ekonomi dan ilmu politik seperti pada kuliah Aspek Sosial dalam Perencanaan, Kependudukan, Pengantar Ekonomika Perencanaan, Ekonomika Wilayah dan Kota, Pembiayaan Pembangunan, dan Ekonomika Transportasi, Pengembangan Komunitas, serta Perencanaan dan Politik, dll. Dalam penyelenggaraan perkuliahan tersebut prodi PWK didukung oleh 4 KK (Kelompok Keahlian), yaitu Perencanaan Wilayah & Perdesaan, Perencanaan & Perancangan Kota, Sistem Infrastruktur Wilayah & Kota, dan Pengelolaan Pembangunan & Pengembangan Kebijakan.

Sebagai ilustrasi, misalnya pada sebuah area kota, di dalam area tersebut terdapat banyak hal yang harus dipahami oleh seorang planner (sebutan untuk lulusan PWK). Misalnya saja pada area tersebuat terdapat komponen fisik berupa persawahan, pertokoan, perumahan, dsb. Sedangkan di sisi lain terdapat komponen-komponen non fisik, misalnya kemacetan, kepadatan penduduk, dsb. Jika seorang planner tidak memahami semua hal tersebut, maka tidak akan dapat membuat perencanaan yang baik. Dengan perencanaan yang tidak baik, akan dihasilkan suatu kondisi area yang tidak baik pula. Karena itulah, di PWK diajarkan banyak hal seperti hitungan, ekonomi, sosial, kelembagaan, politik, lingkungan, dan fisik. Perencanaan secara umum diperlukan untuk menciptakan kondisi masa mendatang yang lebih baik lagi; jadi tidak hanya sekedar membangun fisiknya saja.

Terdapat fakta menarik yang sudah sangat terkenal: dimanapun lulusan PWK bekerja, ia akan tetap mempunyai ciri khas yaitu cara berpikirnya yang runtut dan sitematis. Karena ketika teman-teman belajar di PWK,teman-teman tidak hanya belajar perencanaan wilayah dan kota saja tetapi belajar keseluruhan proses yang ada, atau biasa disebut orang sebagai POAC: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Setelah membuat rencana, harus ada proses yang dijalankan agar hasil rencana tersebut tetap baik dan berada pada rel yang benar. Oleh karena itu, rencana perlu diimplementasikan (dilaksanakan), kemudian dikelola, dan dikendalikan. Membuat sebuah rencana juga harus memperhatikan kondisi-kondisi masa lalu dan sekarang, atau dalam istilah kerennya: ”Learning The Past, Managing The Present, Shaping The Future”.

Prospek Kerja

Seorang alumni PWK mempunyai prospek kerja yang luas karena cakupan ilmunya yang luas, beberapa diantaranya:

  • Instansi Pemerintah
    • Sebagai pengajar, peneliti, dan pegawai di perguruan tinggi negara, Bappenas, PU, Departemen Dalam Negeri, BPPT, Kementerian Perumahan Rakyat, Pemda, Dinas Tata Kota, dan berbagai instansi pemerintah lainnya baik pusat maupun daerah
  • Sektor Swasta
    • Sebagai tenaga ahli di konsultan (perencanaan, pariwisata, dan lainnya) LSI (statistik), bagian pengembangan komunitas dari perusahaan seperti PT. Astra Internasional, PT. MedCo Energi, bagian perencanaan PT. Riau Andalan Pulp and Paper, developer dan kontraktor properti, pengajar dan peneliti di perguruan tinggi swasta, dan lainnya
  • LSM
    • Sebagai aktivitis di LSM karena ilmu sosial, komunitas, dan pemerintahan yang dipelajari seperti di AKATIGA, Sawarung, BIGS, dan lainnya
  • Diluar Keilmuan
    • Karena pola pikirannya yang runtut dan kemampuan untuk mengenal sebuah prinsip dasar manajemen maka lulusan PWK juga bisa bekerja di bank dan beberapa lembaga keuangan lain serta beberapa perusahaan swasta.

Dari forum kaskus

Prospek kerjanya alumni Teknik Planologi (PWK) cukup beragam.

1. Di Pemerintahan:
- Bappenas
- Depkeu
- Dep Pekerjaan Umum
- Dep Perhubungan (terutama yg ambil spesialisasi perencanaan transportasi)
- Depdagri
- Kementrian Lingkungan Hidup
- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
- Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal
- Pemerintah Daerah (Bappeda, Dinas Tata Kota, dll.), dll.

Saat ini di seluruh instansi tersebut, banyak pejabat eselon 1 dan 2 berasal dari Teknik Planologi ITB.

2. Di kantor2 organisasi internasional terkait bidang pembangunan:
- World Bank
- UNDP
- UNHCS (Habitat)
- ILO
- Asean Secretariat
- Asian Development Bank, dll

Di organisasi2 tsb. khususnya kantor Indonesia (WB Jakarta, UNDP Jakarta, dll) banyak dihuni oleh alumni Planologi ITB, standar salary utk WB dan UNDP Jakarta fresh graduate pertama masuk sekitar 20 jutaan.

3. Lembaga Swadaya Masyarakat terkait masalah pembangunan.
- URDI (Urban and Regional Development Institute)
- Yayasan Pelangi
- Akatiga,
- Semeru, dll.

4. Swasta
- Kontraktor/konsultan perencanaan kota/wilayah, pembangunan jalan, dll.
- Developer/Real Estate
- Konsultan Property (Procon Indah, dll)

5. Universitas (Dosen).

Karena jurusan Teknik Planologi/ Perencanaan Wilayah dan Kota ini ilmunya adalah ilmu pembangunan, maka alumni jurusan ini sangat cocok bekerja di pemerintahan dan organisasi2 internasional. Minimnya jumlah lulusannya membuat alumni jurusan ini sangat tidak kesulitan utk mendapatkan pekerjaan. Apalagi bila anda berbhs Inggris dgn baik, organisasi2 internasional sangat membutuhkan anda. Sebagai contoh, lulusan Teknik Perminyakan bekerja dengan gaji 9 juta di luar negeri yg berbiaya hidup tinggi, tetapi bila anda masuk World Bank, UNDP, ADB kantor Jakarta maka anda bergaji awal 20 jutaan dengan biaya hidup standar Indonesia yg murah. Di pemerintahan pun alumni jurusan ini sangat memegang peranan karena karakter ilmunya yg memang ilmu pembangunan. Namun bagi yg berminat di swasta, banyak konsultan dan developer yg akan menerima anda. Karena itu saat ini banyak universitas selain ITB yg membuka jurusan ini (ITS, Unibraw, Undip, Tarumanegara, dll.).

Perguruan tinggi di Indonesia yg ada jurusan planologi :

1. Institut teknologi medan (itm)
2. Univ. Bung hatta padang (ubh)
3. Univ. Tarumanagara jakarta (untar)
4. Univ. Trisakti jakarta (usakti)
5. Univ. Krisnadwipayana (unkris)
6. Univ. Indonusa esa unggul (unesa)
7. Institut teknologi indonesia tangerang (iti)
8. Univ. Pakuan bogor (unpak)
9. Univ. Pasundan bandung (unpas)
10. Univ. Islam bandung (unisba)
11. Institut teknologi bandung (itb)
12. Univ. Winayamukti (unwim) sumedang
13. Unikom bandung
14. Institut teknologi nasional bandung (ittenas)
15. Univ. Negeri sebelas maret solo (uns)
16. Univ. Diponegoro (undip)
17. Univ. Gajah mada yogyakarta (ugm)
18. Sekolah tinggi teknologi nasional yogyakarta (sttnas)
19. Univ. Islam sultan agung semarang (unnisula)
20. Univ. Brawijaya malang (unibraw)
21. Institut teknologi nasional malang (itn)
22. Institut teknologi sepuluh November Surabaya (its)
23. Univ. Sains dan teknologi jayapura (ustj) papua
24. Univ. Hasanuddin makassar (unhas)
25. Univ. 45 makassar
26. Univ. Islam alauddin makassar (uin)
27. Univ. Sam ratulangi (unsrat) manado

DI ITB

Sejarah

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota merupakan salah satu program studi yang berada di dalam Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung (ITB). Bertolak dari kebutuhan perencanaan yang ruang lingkupnya semakin luas dan kompleks, pada September 1959, Bagian Tata Pembangunan Daerah dan Kota (TPDK) dibentuk sebagai suatu jurusan pendidikan khusus di bawah Departemen Ilmu Teknik, ITB. Pada awal berdirinya, program studi ini didukung oleh sejumlah tenaga ahli dari Harvard University dalam rangka kerjasama dengan badan bantuan teknis, United Nations Technical Assistance Bureau (UNTAB). Semula Prodi PWK merupakan bagian dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan; dan pada tahun 2006 berada pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Untuk jenjang pendidikan lanjut, pada tahun 1982 didirikan Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PMPWK), bekerja sama dengan Development Planning Unit, University College London. Selanjutnya, pada tahun 1986 dibentuk pula Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota. Saat ini Program Magister PWK juga menyelenggarakan Double Degree Program (DD), bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Belanda (Rijk University Groningen/RUG, ITC-Belanda) dan beberapa perguruan tinggi di Jepang (Kobe, Keio, Ritsumeikan, GRIPS, Yamaguchi, Miyazaki). Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, program studi PWK-ITB didukung oleh 4 (empat) Kelompok Keahlian (KK), yaitu Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (PWD), Perencanaan dan Perancangan Kota (PPK), Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota (SIWK) serta Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Kebijakan (P2PK).

Dalam menangani persoalan pembangunan, para perencana wilayah dan kota perlu berpegang pada asas-asas pembangunan berkelanjutan, berpihak pada golongan yang kurang beruntung, dan melakukan penyesuaian struktural antara berbagai komponen. Untuk itu, lulusan program studi perencanaan wilayah dan kota dituntut untuk memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) untuk menghasilkan alternatif penyelesaian yang tepat dan dapat diterima.

Untuk itu, pendidikan di Program Studi Sarjana PWK-SAPPK-ITB ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap dalam tiga hal, yaitu pola pikir dan wawasan rasional yang komprehensif, kemampuan berpikir strategis dan analitis untuk mendapatkan alternatif terbaik, dan kemampuan merumuskan alternatif pemecahan persoalan pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan moral, dan disepakati oleh banyak pihak. Sasaran utama program pendidikan studi sarjana PWK adalah membentuk tenaga perencana wilayah dan kota dengan kualifikasi akademik dan profesional yang mampu berkiprah di dalam perencanaan wilayah dan kota.

Tujuan

Pendidikan pada Prodi PWK juga bertujuan untuk mengembangkan keahlian perencanaan wilayah dan kota agar mampu menciptakan suatu lingkungan hidup yang dapat dihuni dan produktif melalui berbagai upaya atau tindakan, yakni pengaturan atau penataan ruang kegiatan sosial-ekonomi yang mengikuti asas interdependensi. Oleh karena itu perencanaan wilayah dan kota pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan kemampuan berpikir multidisiplin.

Kurikulum

Kurikulum yang berlaku saat ini adalah Kurikulum 2008, yang terdiri dari Mata Kuliah Major dan Mata Kuliah Minor. Mata kuliah tersebut terdiri dari Mata Kuliah  Wajib ITB, Mata Kuliah Wajib Program Studi, Mata Kuliah Pilihan Program Studi, Mata Kuliah Pilihan Luar Program Studi. Mata kuliah Major terdiri dari mata kuliah wajib ITB dan mata kuliah program studi, sedangkan mata kuliah Minor terdiri dari mata kuliah pilihan di luar program studi yang sudah ditentukan oleh program studi yang menawarkannya. Bidang kajian yang diberikan meliputi teori perencanaan, metoda dan teknik perencanaan, organisasi tata ruang, sumberdaya alam dan lingkungan, pengembangan prasarana, manajemen pembangunan, sintesis dan perencanaan, serta kapita selekta dan topik khusus perencanaan.

Pada tahun pertama, mahasiswa belum masuk Program Studi dan masih mengikuti pendidikan pada SAPPK. Pada tahun kedua, mahasiswa menempuh pendidikan pada Program Studi. Pemilihan program studi didasarkan pada minat dan prestasi akademik mahasiswa.

Seleksi Masuk

Untuk mengikuti program pendidikan Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, para lulusan SMU dapat masuk melalui jalur Ujian Seleksi Masuk (USM), Kemitraan Nusantara (KN)  atau Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Mahasiswa harus menyelesaikan 144 SKS yang dapat ditempuh dalam 8 semester, yang terdiri dari mata kuliah wajib ITB, mata kuliah wajib program studi, mata kuliah pilihan program studi, mata kuliah pilihan luar program studi. Mata kuliah pilihan (baik pilihan bebas maupun paket minor) disediakan untuk memberikan kebebasan dan kesempatan kepada mahasiswa dalam memilih bidang yang diminatinya dan menunjang Tugas Akhir yang dikerjakannya.

Gelar Sarjana Teknik (ST) di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota akan diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh perkuliahan dan mempertahankan Tugas Akhir pada Sidang Ujian Sarjana.

Jumlah mahasiswa baru 85 orang/tahun, dengan jumlah total mahasiswa sebanyak 350 mahasiswa.  Sampai saat ini Prodi PWK telah menghasilkan lulusan sebanyak 1750 yang tersebar di tanah air.

Selain Program Strata-1, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota juga menyelenggarakan Program Strata-2/Magister dan Program Doktor. Program Magister terdiri dari Program Reguler, Program 13 Bulan (P-13), Program Double Degree ITB-Belanda (RuG, ITC), Program Double Degree ITB-Perguruan Tinggi di Jepang (Kobe, Keio, Ritsumeikan, GRIPS, Yamaguchi, Miyazaki).

Staf Pengajar

Penyelenggaraan kegiatan pengajaran (kuliah, praktikum) dilakukan oleh Pengajar Tetap yang berasal dari 4 Kelompok Keahlian (KK) yang ada di SAPPK (KK-PWD, KK-PPK, KK-SIWK, KK-P2PK), Pengajar Tidak Tetap, dan dibantu Asisten Pengajar.

S1

Staf Pengajar Tetap


Staf Pengajar Tidak Tetap


Asisten Dosen

  • Shanti YR, ST; MT; M.Sc.
  • Delik Hudallah, ST; MT; M.Sc.
  • Rina Priani, Ir; MT.
  • Nurmala, Ir; MT.
S2

s3

  • Tommy Firman, Ir. (ITB),M.Sc. (AIT),Ph.D. (U of Hawaii, USA) ,Prof
  • Benedictus Kombaitan,Ir. (ITB),MSc. (U of Wisconsin – Madison, USA),Dr (ITB)
  • Widiarto, Ir. (ITB),MCRP. (Ohio State U) ,Ph.D (U of Southern California, USA)
  • Arief Rosyidie, Drs (UGM) ,MSP. (ITB), M.Arch., Ph.D(KU Leuven, Belgia)
  • Heru Purboyo Hidayat Putro, Ir. (ITB),DEA. (Paris VIII), Doctor (Paris VIII)
  • Krishna Nur Pribadi, Ir. (ITB) ,M.Sc.,M.Phil. (Carnegie Mellon U, USA),Dr (UGM)
  • Roos Akbar, Ir. (ITB),M.Sc. (ITC the Netherlands),Ph.D (U of Queensland, Aus)
  • Teti Armiati Argo,Ir. (ITB),MES. (York U Canada),Ph.D (U of British Columbia, Canada)
  • Haryo Winarso, Ir. (UGM),M.Eng. (AIT),Ph.D (University College London)
  • Hastu Prabatmodjo, Ir. (IPB), MS. (Florida State U, USA), Ph.D (U of Queensland, Aus)
  • Myra P. Gunawan, Ir.,MSP (ITB),Dr (ITB)
  • Ibnu Syabri, M.Sc. (Kentucky U, USA),Ph.D (U of Illinois  Urbana Champaign, USA)
  • Dewi Sawitri,Ir. ,MT (ITB),Dr (ITB)
  • Tubagus Furqon Sofhani,Ir. (ITB) ,MA. (ISS, the Netherlands),Ph.D (U of Illinois Urbana-Champaign, USA)

Staf Pengajar Luar Biasa

  • Prof. Djoko Sujarto, Ir (ITB), M.Sc (Edinburgh), Dr (ITB)
  • Prof. BS Kusbiantoro, Ir (ITB), MA (UCLA), M.Sc (MIT), Ph.D (Penn)
  • Prof. Bambang Bintoro S., Ir (ITB), MRP (Cornell), Ph.D (N. Carolina)
  • Prof. Budhy Tjahjati Sugijanto, Ir (ITB), MCP (Harvard), Ph.D (MIT)
  • Uton Rustan, Ir (ITB), M.Sc (AIT), Dr (IPB)

Struktur Kurikulum 2008 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota S1

Mata Kuliah Wajib Non Jalur Pilihan

Semester 1 Semester 2
URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 MA1101 Kalkulus IA 4 1 MA1201 Kalkulus IIA 4
2 FI1102 Fisika Dasar IB 3 2 FI1202 Fisika Dasar IIB 3
3 KI1102 Kimia Dasar I B 2 3 KI1202 Kimia Dasar II B 2
4 KU1101 Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan 2 4 KU1201 Sistem Alam & Semesta 2
5 KU1073 Pengenalan Teknologi Informasi C 2 5 KU1001 Olah Raga 2
6 KU102X Bahasa Inggris 2 6 KU1011 Tata Tulis Karya Ilmiah 2
7 AR1101 Dasar Perencanaan dan Perancangan 3 7 PL1201 Teknik Komunikasi dan Presentasi 3
Total = 18 SKS Total = 18 SKS
Total SKS TAHUN 1 = 36 SKS
Semester 3 Semester 4
URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 PL2101 Pengantar Data Spasial 3 1 PL2201 Pengantar Ekonomika Wil & Kota 2
3 YYYYYY Pilihan Mata Kuliah Lingkungan 3 2 PL2202 Analisis Lokasi dan Pola Keruangan 2
3 PL2103 Tata Guna Lahan 2 3 PL2203 Sistem Perumahan 2
4 PL2104 Infrastruktur Wilayah & Kota 3 4 PL2204 Perencanaan Infrastruktur & Transportasi 3
5 PL2105 Pengantar Ekonomika 2 5 PL2205 Metoda Analisis Perencanaan II 4
6 PL2106 Analisis Sosial & Kependudukan 3 6 PL2290 Studio Proses Perencanaan 4
7 PL2107 Metoda Analisis Perencanaan I 3
Total = 19 SKS Total = 17 SKS
Total SKS TAHUN 2 = 36 SKS
Semester 5 Semester 6
URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 PL3101 Hukum & Pengendalian Perencanaan 3 1 PL3201 Manajemen & Administrasi Pembangunan 3
2 PL3102 Pembiayaan Pembangunan 2 2 PL3202 Perencanaan Wilayah 3
3 PL3103 Perencanaan Kota 3 3 PL3203 Perencanaan Perdesaan 2
4 PL3104 Pengelolaan Infrastruktur & Transportasi 2 4 PL3204 Pengembangan Komunitas 2
5 PL3105 Teknik Evaluasi Perencanaan 2 4 ZZZZZZ Pilihan Mata Kuliah Manajemen 3
6 PL3190 Studio Perencanaan Tapak 4 5 PL3290 Studio Perencanaan Kota 4
Total = 16 SKS Total = 17 SKS
Total SKS TAHUN 3 = 33 SKS
Semester 7 Semester 8
URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS URUT SEM KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 PL4101 Teori Perencanaan 3 1 KU206X Pilihan Mata Kuliah Agama dan Etika 2
2 PL4102 Metoda Penelitian 2 2 KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan 2
3 PL4103 Kerja Praktek 2 3 PL4201 Sistem Informasi Perencanaan 2
4 PL4190 Studio Perencanaan Wilayah 4 4 PL4291 Tugas Akhir 6
Total = 11 SKS Total = 12 SKS
Total SKS TAHUN 4 = 23 SKS
Total SKS = 128 SKS

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

NO KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 PL3001 Ekonomika Infrastruktur & Transportasi 2
2 PL3002 Aspek Kebencanaan dalam Perencanaan 2
3 PL3003 Pengembangan Lahan 2
4 PL3004 Pemodelan Wilayah & Kota 2
5 PL4001 Peremajaan Kota dan Perencanaan Kota Baru 2
6 PL4002 Pengantar Rancang Kota 2
7 PL4003 Pengembangan Kawasan Pesisir 2
8 PL4004 Perencanaan Partisipatif 2
9 PL4005 Seminar Studi Futuristik 2
10 PL4006 Perencanaan dan Politik 2
11 PL4007 Topik Khusus dalam Perencanaan 2
12 PL4008 Pengantar Kepariwisataan 2
13 PL4009 Pengantar Pembiayaan Perkotaan 2
14 PL4010 Kapita Selekta 2

Mata Kuliah Pilihan Luar Program Studi

NO KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 AR4141 Perancangan Perumahan dan Permukiman 2
2 AR4142 Real Estate 2
3 AR4241 Tekno-Sosial untuk Perancangan 2
4 BI3204 Ekologi dan Pengelolaan Lahan Basah 3
5 BI4104 Entomologi 3
6 BI4202 Ekologi dan Pengelolaan Bentang Alam 3
7 DK3234 Sosiologi Komunikasi 2
8 GD3106 Geografi Lingkungan 3
9 GL3121 Pengantar Geologi Teknik 2
10 ME3236 Perubahan Iklim 3
11 OS3003 Manajemen Pesisir 2
12 SI4241 Manajemen dan Pengendalian Lalulintas 3
13 TG5124 Mitigasi Bencana 2
14 TL4113 Pengelolaan Sumber Daya Air 2
15 TL4116 Analisis Sistem Pengelolaan Lingkungan 2
16 TL4212 Teknologi Bersih 2
Total SKS = 38 SKS

Mata Kuliah Minor Program Studi (Paket Minor PWK)

NO KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS
1 PL2102 Analisis SDA dan LH 4
2 PL2103 Tata Guna Lahan 2
3 PL2106 Analisis Sosial & Kependudukan 3
4 PL2201 Pengantar Ekonomika Wil & Kota 2
5 PL3103 Perencanaan Kota 3
6 PL3202 Perencanaan Wilayah 3
Total SKS = 17 SKS

Review Backpack Jabar – Jateng – Yogya ( Part Singaparna )

Setelah perjalanan kira – kira selama setengah jam kami sampai di Singaparna, kampung halaman dari saudara Alam. Disana ternyata kami tertipu lagi, rumah omnya Alam yang “kota” ini terdampar di tengah desa. Sebenernya rumah neneknya yang jaraknya dekat, hanya perlu berjalan kaki itu cukup desa, namun karena takut gak cukup akhirnya kami diungsikan di rumah omnya yang dokter itu.
makan bakso

Setelah sampai kami beristirahat sejenak, lalu kami memutuskan untuk makan bakso di dekat rumah itu. Lumayan lah buat menghilangkan lapar, setelah itu kami memutuskan untuk berkeliling ke sawah yang ada di sekitar sana, bener – bener mantap dah. Setelah puas berkeliling kami memutuskan untuk memancing di balong milik keluarga Alam. Dimulai dengan mencari cacing di sekitar kandang kambing, sampai berebutan pancing yang jumlahnya hanya tiga buah itu.

cari umpan di sekitar kandang kambingmemancing gaya anak itb
Sore itu kami memancing sampai adzan maghrib tiba, karena bergilirin pancingan, maka sambil menunggu kami sebagai mahasiswa institut yang mungkin sering disebut “jago teori” mulai tidak sabar untuk saling berkomentar bagaimana harusnya memancing, tapi setidaknya kami mendapat hasil yang cukup untuk makan malam. Wah mantap banget dah makan ikan hasil pancingan sendiri.

makan ikan pancingangak kebagian bantal

Dan ini merupakan malam pertama dari kegiatan backpacking kami, setelah makan, sambil merenggangkan otot yang lemas kami pun bercengkrama sambil main uno. Sebagian ada yang tidur diatas dan sebagian diatas, lalu setelah lelah maka kami pun tidur dengan nyenyak.

rumah omnya Alam

Keesokan harinya baru terasa kalau mandi itu lama, walaupun ada dua kamar mandi, ternyata dari ada yang mandi jam 6, baru pada beres jam 9. Setelah itu kami makan pagi yang tentunya dengan ikan lagi. Setelah itu kami berangkat dengan menggunakan angkot menuju terminal indihiang, Tasikmalaya. Karena hari ini adalah hari jumat maka kami memutuskan untuk beribadah sholat jumat di terminal, setelah sholat, kami makan siang di sekitar terminal.Dan ternyata setelah sholat karena rombongan kami sangat mencolok dengan barang yang mungkin beratnya sama dengan tas ophi yang 13 kilogram. Alhasil kami pun dikerubungi para calo bus, walaupun kami berdalih ingin makan dulu, ternyata kami tetap dianggap madu yang sangat menggiurkan.

menguasai bus

Setelah makan ternyata kami masih ditunggu , ya apa boleh buat kalo harga cocok kenapa gak, dan ternyata kami ditawari bus mandala tujuan purwokerto dengan harga Rp 30.000. Kayanya untuk bus ac ekonomi harganya lumayan ok. Namun ketika akan naik bus itu, kami tidak tau kalau ada sistem per jam untuk keberangkatan bus. Dan saat itu pukul 1 lewat 5, Dan kami pun menjadi bahan rebutan, yang mungkin bisa juga disebut perkelahian, tapi ya begitulah hidup memang keras Bro, untuk mencari sesuap nasi pun begitu sulit.

Review backpack Jabar – Jateng – Yogya ( Part Kampung Naga )

Bus berangkat dari terminal Cicaheum pukul 7 pagi , perjalalan untuk sampai ke Kampung Naga ditempuh sekitar 3,5 jam perjalanan. Kami memilih kampung naga sebagai tujuan awal perjalanan kami karena merupakan kampung adat yang cukup dekat dengan kota Bandung, serta mudah untuk diakses menggunakan transportasi umum. Setelah memasuki kabupaten Tasikmalaya saya berpesan pada kondektur bus untuk menurunkan kami di tempat yang terdekat menuju kampung naga, setelah beberapa saat kami diturunkan di daerah Salawu, yang merupakan kecamatan dimana kampung naga berada. Perjuangan duduk di bus menggunakan kursi panjang tanpa sandaran karena bus sesak dijejali penumpang akhirnya berakhir juga.

photo di depan tulisan Kampung Naga
Setelah turun dari bus kami ternyata berada tepat didepan pintu gerbang menuju kawasan budaya kampung naga, kami disambut oleh tugu kujang. Dari pinggir jalan utama, kami hanya perlu berjalan kaki untuk masuk kesana. Setelah berfoto di depan tugu, kami disambut oleh seorang bapak yang nampaknya memang ditugasi untuk menyambut para pengunjung, berbarengan dengan kami tenyata disana pun sedang dikunjungi oleh serombongan turis asing. Dan ternyata ketakutan yang saya bayangkan akhirnya terjadi juga, karena kami datang disaat masyarakat kampung naga sedang bermasalah dengan pemerintah daerah mengenai listrik, dimana masyarakat sekitar yang menurut adat hanya boleh menggunakan minyak tanah untuk penerangan merasa kesulitan mendapatkannya setelah ada konversi minyak tanah ke gas. Kalaupun ada harganya pun sangat mahal. Sebagai bentuk protes pada pemerintah kami hanya diperbolehkan untuk melihat kampung naga dari batas sungai luar, padahal sebelumnya kami berniat untuk menginap di sana sambil merasakan bagaimana kehidupan dikampung adat.

tangga menuju kampung nagakampung naga

Walaupun begitu kami masih bisa mengetahui sejarah dan kehidupan masyarakat kampung naga karena sambil melihat-lihat kami ditemani oleh bapak guide yang saya lupa namanya. Ternyata nama kampung naga bersal dari kata “dina gawir” yang artinya terletak di jurang, yang memang kalau dilihat seperti jurang yang dikelilingi hutan yang dianggap keramat bagi mereka. Masyarakat kampung naga hidup dari hasil pertanian yang mereka tanam di lingkungan rumah mereka ataupun dari hasil kerajinan yang dijual pada pengunjung.Dengan bentuk rumah yang khas, didalam rumah mereka terdapat semacam lumbung kecil untuk menyimpan hasil petanian. Sementara siste sosial mereka adalah dipimpin oleh seorang tetua adat, agama yang mereka anut adalah islam yang berakulturasi dengan budaya leluhur mereka. Dan jika ada pemuda yang menikah maka dibebaskan untuk memilih untuk tetap tinggal disana atau diluar, karena mereka tidak boleh menambah atau mengurangi jumlah bangunan yang ada.

cinderamata

tugu kujang

Setelah puas melihat kampung naga, kami akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah Alam di Singaparna yang merupakan rencana cadangan. Sebelumnya kami melakukan ibadah sholat dzuhur dulu di masjid sekitar, lalu mencarter angkot menuju singaparna.