Draft Konsep Forum Pemuda Pariwisata Indonesia (PemPar)

Dokumen ini merupakan draft konsep forum yg ingin dibentuk, yg coba saya share disini selain kepada teman2 pemPar yg sudah bergabung di twitter @Pempar_ID atau grup facebook: Pemuda Pariwisata Indonesia . hanya berusaha menyebarkan ide dan diskusi, setidaknya ini bukan dokumen rahasia .silahkan ditangggapi atau disebarkan..hanya mungikn nantinya terus direvisi.

Forum Pemuda Pariwisata Indonesia (PemPar)

I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dalam mengembangkan kepariwisataan Indonesia yang berkelanjutan, atribut yang harus dipenuhi diantaranya adalah (1) Pengembangan fasilitas pariwisata; (2) Pengembangan prasarana umum kepariwisatan; (3) Pengembangan aksesibilitas ke destinasi pariwisata; (4) Pengembangan daya tarik wisata; (5) Pengembangan investasi pariwisata; (6) Pengembangan industri pariwisata; (7) Pemberdayaan masyarakat; (8) Pencitraan dan promosi pariwisata; dan (9) Harmonisasi kebijakan dan regulasi.Dimana kesembilan atribut itu ditujukan untuk mencapai pariwisata yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai stakeholder.

Potensi pariwisata Indonesia yang sangat luas dan beragam ini tentunya tidak dapat dikelola dan dikembangkan hanya oleh pemerintah maupun unsur-unsur formal lainnya, mengingat terbatasnya sumber daya yang ada. Ditambah lagi, Keberjalanan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah tidak dapat serta merta berhasil apabila tidak didukung oleh kelompok-kelompok akar rumput yang ada.

Keterbatasan sumber daya manusia di daerah untuk mengembangkan kepariwisataan, menyebabkan kesembilan atribut tersebut menjadi sulit berkembang. Dibutuhkan pihak-pihak yang mampu menjadi penggerak pengelolaan kepariwisaan di masing-masing daerah yang berkelanjutan.

Pemuda sebagai kelompok umur terbesar di Indonesia, memiliki energi dan kreativitas yang tak terbatas, perlu didorong dan disalurkan secara positif. Ketertarikan pemuda terhadap pariwisata kini pun semakin terus berkembang, dengan meningkatnya perjalanan, tulisan, foto, hingga komunitas-komunitas pemuda yang bersinggungan dengan kepariwisataan.

Disisi lain keterbatasan informasi dan keuangan yang dimiliki pemuda untuk menjelajah dan mengenali seluruh pelosok tanah airnya untuk lebih mencintai bangsanya melalui pariwisata; Identitas Indonesia yang mulai tergerus khususnya di kalangan pemuda; kebutuhan dan karakteristik yang khas dari pemuda untuk berkegiatan jalan-jaln atau berwisata dibandingkan kelompok umur lainnya mendorong pentingnya sebuah jejaring kepemudaan berbasis pariwisata. Dimana, Pemuda adalah pemimpin massa depan bangsa yang harus mengenal nusantara secara utuh sebagai tanah airnya.

Dibutuhkan suatu wadah untuk menampang potensi energi besar pemuda dimana dapat menyalurkan energi positifnya untuk saling berbagi informasi dan manfaat serta dapat memenuhi kebutuhannya “khas” darinya sehingga kemudian mampu mengembangkan potensi pariwisata di masing-masing daerahnya untuk memajukan bangsa Indonesia.

Keberadan Komunitas pemuda pariwisata menjadi satu atribut yang penting, karena keterlibatan dan rasa memiliki pemuda yang utamanya dijaring melalui forum-forum komunitas, akan menjadi motor penggerak utama gerakan pembangunan pariwisata di seluruh pelosok nusantara serta menjamin keberlanjutan program pengembangan kepariwisataan pemuda di masa yang akan datang.

Penerapan pembangunan kepariwisataan Indonesia, melalui  pembentukan Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) adalah sarana mewadahi elemen-elemen kepemudaan yang ada. Baik berupa individu-individu, komunitas-komunitas yang sudah ada untuk saling belajar dan meningkatkan kesadaran pemuda pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya tentang pariwisata. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mendorong partisipasi pemuda melalui pembentukan Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) dalam meningkatkan pengetahuan dan kepedulian seluruh pemuda terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, diawali dengan membangun jejaring kepemudaan yang dapat saling membantu untuk berwisata diantara pemuda. Forum yang bersifat kumpulan individu dan komunitas ini telah dapat ditemukan beberapa presedennya yang dianggap cukup berhsasil diantaranya adalah Bandung Creative City Forum, Forum Komunitas Hijau, dan Forum Indonesia Muda.

Pembentukan suatu inisiatif gerakan untuk mewadahi dan mengarahkan pemuda sebagai penggerak pariwisata. Pemuda tidak hanya bertindak sebagai penikmat pariwisata (consumer), namun beperan lebih sebagai penggerak (producer), sehingga pada akhirnya mampu menjadi apa yang disebut dengan istilah Prosumer. Suatu gerakan pariwisata dari pemuda, oleh pemuda, dan untuk pemuda.

Proses peningkatan pengetahuan dan kepedulian tersebut dapat dimulai dari individu-individu maupun komunitas-komunitas yang tergabung dalam PemPar sendiri, yang nantinya kemudian akan menyebar ke segmen pemuda mupun masyarakat lain lewat kegiatan-kegiatan PemPar.

1.2 Tujuan, Sasaran, dan Manfaat

PemPar berbentuk forum yang dapat didefinisikan sebagai kumpulan muda (perorangan dan komunitas) di berbagai daerah yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.

  1. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:

  1. Menghasilkan jejaring informasi, kegiatan,pengetahuan dan pengembangan pariwisata berbasis kepemudaan yang berprinsip pada pariwisata yang berkelanjutan
  2. Mengumpulkan kelompok-kelompok minat kontribusi pemuda pada pariwisata
  3. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyaluran energi positif pemuda terkait pariwisata
  4. Meningkatkan pemahaman pemuda terhadap pentingnya pariwisata yang berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia
  5. Menggali/menampung aspirasi pemuda tentang pariwisata lewat metode diskusi
  6. Mengajak pemuda untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya masing-masing
  7. Membentuk Forum Pemuda Pariwisata kota/Kab sebagai mitra pemerintah kota/kabupaten dalam mengembangkan pariwisata di masing-masing daerah.
  8. Sasaran

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:

  1. Tercapainya target minimal 1.000 orang yang terjangkau sosialisasi, baik melalui media offline maupun online
  2. Terdatanya komunitas-komunitas yang bersinggungan dengan kepariwisataan dan kepemudan yang telah ada maupun bertambahnya komunitas dalam Forum Pemuda Pariwisata Indonesia
  3. Terbentuknya website Pemuda Pariwisata Indonesia
  4. Terselenggarany workshop/konsinyiasi dalam rangka menghimpun aspirasi pemuda/komunitas
  5. Terbentuknya Forum Pemuda Pariwisata Pusat dan Kota/Kabupaten
  6. Tersusunnya Database dan Peta Pariwisata Indonesia
  7. Tersusunnya rencana aksi Forum Pemuda Pariwisata Indonesia berisikan program-program yang mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pengembangan pariwisata dan merangkum harapan dan aspirasi pemuda terhadap pariwisata
  8. Teragendakannya kegiatan bersama antar komunitas/kelompok pemuda pada salah satu kawasan wisata di kota/kabupaten, minimal satu kegiatan dalam satu tahun
  9. Terliputnya kegiatan Pemuda Pariwisata oleh media massa baik media cetak maupun elektronik
  10. Terdokumentasikannya kegiatan melalui foto dan prosiding kegiatan
  1. Manfaat:

Contoh manfaat yang didapat dari Forum:

  1. Pemuda Indonesia dapat bepergian menjelajah ke seluruh Indonesia dengan lebih mudah dan murah karena memiliki akses informasi dan akomodasi destinasi yang ditujunya. Contoh: Pemuda Bandung berjejaring dengan pemuda Banjarmasin. Pemuda Indonesia ingin berlibur ke Banjarmasin/Kalimantan Selatan, maka ia dapat mencari informasi yang dibagikan oleh pemuda Banjarmasin maupun pemuda lain yang pernah mengunjungi Banjarmasin. Pemuda Bandung dapat pula menghubungi pemuda Banjarmasin untuk menjadi pemandunya selama di Banjarmasin, akan lebih baik jika diberikan penginapan gratis di rumah atau lainnya (pengalaman pribadi). Begitu pula sebaliknya jika pemuda Banjarmasin ingin jalan-jalan ke Bandung.
  2. Pemuda-pemuda Indonesia yang tadinya ingin berkontribusi ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak bisa menjalankannya sendiri dapat mencari rekan untuk saling melengkapi. Misalkan saja satu orang punya minat untuk membuat suatu promosi wisata Indonesia, satu orang memiliki alat-alat membuat video, satu orang bersedia menjadi artis dalam video. Maka video tersebut dapat dihasilkan dengan mudah dan murah. Contoh lain adalah seseorang dengan kompetensi tertentu melakukan wisata sosial atau sebagai bentuk cermin membaktikan diri terhadap ilmu yang didapat. Sebagai contoh para dokter muda ke desa-desa untuk pelayanan kesehatan kelompok lain menyumbangkan kegiatan positif lainnya atau mungkin kita mengenal dengan sebutan community services.
  3. Pemuda-pemuda Indonesia yang tadinya bingung untuk menyalurkan energinya dapat melakukan kegiatan-kegiatan dengan menyelenggarakan program-program sosial melalui kepariwisataan, misalnya kegiatan regional jalan-jalan bersama, ata kegiatan misalnya “Peringatan 17 Agustus melalui perbaikan shelter-shelter pendakian di Gunung Slamet”. Dapat juga sekelompok pemuda dengan kompetensi tertentu beriwisata sosial, dengan membantikan diri, misalnya para dokter muda ke desa-desa untuk pelayanan kesehatan, atau kelompok kelompok lain memberi pelayanan cuma-cuma, dsb.
  1. Pemuda-pemuda Indonesia yang berminat untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya namun memiliki keterbatasan pengetahuan dan cara untuk melakukannya dapat meminta bantuan dari pemuda lainnya di daerah lain yang sudah berhasil untuk mengembangkan daerahnya untuk berbagi ilmunya tersebut.

1.3 Ruang Lingkup

Gerakan ini memang diinisasi dari, untuk, dan oleh pemuda. Pemuda dalam hal ini didefinisikan sebagai seseorang yang mempunyai visi untuk berkontribusi membangun pariwisata Indonesia. Pariwisata dipilih menjadi sarana untuk pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang didasarkan pada rasa persaudaraan dan kedamaian.

Pemuda dalam hal ini juga didefinisikan dalam klasifikasi umur yang dapat diartikan sebagai seseorang dengan rentang usia 15-35 (remaja, pemuda, komunitas penggiat pariwisata, tokoh-tokoh muda, dan sebagainya dengan pertimbangan waktu yang tersedia, spirit yang dinamis, serta pembawa perubahan (agent of change).

Selain definisi secara umum diatas, pemuda dalam hal ini juga melingkupi seseorang yan tertarik untuk mengelola, dan mengembangkan minatnya terhadap pariwisata tanah air.

Jejaring ini nantinya tidak terkait kepada suatu individu saja tetapi juga melibatkan komunitas, institusi, atau secara lebih luas dapat dinamakan sebagai pemangku kepentingan yang memiliki sumber daya yang dapat mendukung pencapaian tujuan forum ini.

Contoh:

-          Karang Taruna, Kelompok pemuda teritorial

-          Siswa siswi Sekolah Tingkat Atas

-          Mahasiswa dan Mahasiswi Perguruan Tinggi

-          Himpunan atau BEM Perrguruan Tinggi

-          Komunitas pecinta Jalan-jalan

-          Komunitas Seni dan Budaya

-          Komunitas Peduli lingkungan

-          Komunitas Hobi

-          Pemuda yang peduli terhadap pariwisata

1.4 Keluaran

  1. Sosialisasi dan Kampanye Publik Tentang Pemuda Pariwisata Indonesia
  2. Pembentukan Forum Pemuda Pariwisata Indonesia (Pempar) dan Penyusunan Rencana Aksi Pempar
  3. Jejaring Forum dan Database Pemuda Pariwisata Indonesia
  4. Database dan Peta Pariwisata Indonesia
  5. Website Pemuda Pariwisata Indonesia
  6. Rencana Aksi Pemuda Pariwisata di seluruh Indonesia
  7. Penyelenggaraan Aksi PemPar
    1. Festival Desa/Kampung Wisata Indonesia
    2. Pemuda Berwisata
    3. Konferensi dan Workshop Pemuda Pariwisata Indonesia
    4. Aksi Komunitas Pemuda dan Pariwisata Lain (terkait kepemudan dan Kepariwisataan)
    5. Dokumentasi Kegiatan Pemuda Pariwisata
    6. Tujuan
      1. Membangun kesadaran pemuda dan msyarakat tentang pentingnya pariwisata bagi pembangunan Indonesia
      2. Menyatukan visi kepariwisataan antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah
      3. Membangun partisipasi pemuda dalam program-program Pemuda Pariwisata

II. Kegiatan

2.1 Sosialisasi dan Kampanye Publik Tentang Pemuda Pariwisata Indonesia

II. Sasaran

  1. Pemuda yang berasal dari wilayah dan latar belakang yang berbeda
  2. Komunitas atau kelompok pemuda yang berorganisasi secara sukarela karena kesamaan minat

Berikut adalah beberapa pelaksanaan kegiatan sosialisasi Pemuda Pariwisata serta alternatif kegiatan yang dapat disesuaikan dengan potensi serta karakteristik pemuda setempat:

  1. Temu pemuda pada tingkat kelurahan/kecamatan tentang Pemuda Pariwisata

Sosialisasi ini dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemerintah kota/kabupaten saat melakukan temu pemuda. Dalam pertemuan-pertemuan ini dijelaskan dan dibagikan brosur mengenai fungsi, manfaat, dan pentingnya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan serta di mana saja lokasi wisata yang dapat diakses di kota/kabupaten tersebut. Pada tahap berikutnya adalah sosialisasi atribut-atribut lain dari Pemuda Pariwisata.

  1. Talkshow di radio dan TV lokal (media elektronik)

Bekerja sama dengan media lokal untuk melakukan talkshow atau penyuluhan mengenai fungsi, manfaat, dan pentingnya pemuda pariwisata beserta atribut-atributnya. Paling tidak terdapat 3 radio lokal dan 2 stasiun TV lokal/2 kali siaran di stasiun TV yang sama.

  1. Press Release ke media massa

Memberikan bahan-bahan tertulis kepada media massa lokal, agar mereka dapat menurunkan tulisan tentang fungsi, manfaat, dan peningkatan kualitas dan kuantitas jejaring kepemudaan sebagai sarana untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan.

  1. Sosialisasi ke kampus-kampus
  2. Kampanye lewat social media: Facebook, twitter, youtube

Membuat akun media sosial, untuk menyebarkan pemahaman fungsi, manfaat, dan pentingnya jejaring kolaborasi kepemudaan untuk pariwisata. Melalui media sosial inilah interaksi pemuda dengan berbagai stakeholder diharapkan dapat terjadi secara intens dan proaktif.

Gerakan pemuda pariwisata tidak lahir secara instan, dibutuhkan tahapan-tahapan yang diawali dengan sosialisasi untuk menumbuhkan kepedulian, dilanjutkan dengan mobilisasi pembentukan komunitas pemuda pariwisata. Setelah terbentuk komunitas yang terorganisir maka perlu diambil langkah-langkah persuasif antara lain melalui insentif program oleh pemerintah. Pada tahap akhir lahirlah aksi-aksi yang mendukung perwujudan pariwisata yang berkelanjutan.

Sosialisasi            Mobilisasi            Persuasi               Aksi

2.2 Pembentukan Forum Pemuda Pariwisata dan Penyusunan Rencana Aksi Forum Pemuda Pariwisata

  1. Definisi dan Kriteria Forum Pemuda Pariwisata

Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) ini adalah forum komunikasi antar individu/komunitas/kelompok/institusi khususnya yang peduli pada masalah kepariwisataan, kepemudaan, sosial budaya, maupun ekonomi kreatif di berbagai daerah di Indonesia, terutama mengembangkan potensi pariwisata lokal yang ada.

PemPar terdiri dari individu maupun perwakilan komunitas/kelompok/institusi yang memiliki kepedulian/kegiatan seputar isu kepariwisataan, kepemudaan, sosial budaya, maupun ekonomi kreatif. Komunitas/kelompok/institusi ini adalah perkumpulan yang sifat kenggotaannya terbuka, berorientasi utama sosial dan aktif/memiliki visi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengangat isu kepariwisataan, kepmudaan, sosial budaya, maupun ekonomi kreatif. Contoh komunitas/kelompok yang dimaksud antara lain komunitas Aleut (Bandung), Historia (Jakarta), Bandung Trails (Bandung), Indobackpacker, Bikepacker, Komunitas Keluar rumah, CouchSurfing,akademi berbagi, Indonesia Menyala, Sahabat Pulau, Karang taruna,pramuka, kelompok kesenian, dll.

  1. Tahapan Pembentukan
    1. Dilakukan pendataan terhadap komunitas-komunitas yang ada didaerah tersebut. Komunitas yang didata sebaiknya bukan ormas yang berafiliasi pada parpol tertentu, dan bukan pula asosiasi dagang. Akan lebih baik bila komunitas tersebut hidup pada territorial tertentu (karang taruna/duta wisata) atau minat khusus (Aleut), organisasi profesi (IAP), maupun kelompok-kelompok lain yang sifatnya sosial budaya.
    2. Diadakan workshop/konsinyiasi dengan mengundng pakar-pakar Pariwisata dan Pemuda sebagai narasumber dan komunitas-komunitas sebagai peserta untuk menggalang kepedulian komunitas-komunitas tersebut terhadap perwujudan kontribusi pemuda dalam pariwisata.
    3. Dibentuk Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) yang terdiri atas komunitas-komunitas yang telah menyatakan minatnya dalam mendukung perwujudan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di kota/kabupaten masing-masing.
    4. PemPar merupakan forum bagi komunitas-komunitas yang peduli pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di kota/kabupaten masing-masing dan menjadi mitra bagi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
    5. PemPar menyusun rencana aksi pariwisata berkelanjutan yang terdiri atas program-program yang mendorong dan meningkatkan keterlibatan dan peran aktif pemuda dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
  2. Penyusunan rencana aksi PemPar
    1. PemPar berdiskusi untuk memetakan masalah-masalah di kota/kab yang terkait untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan
    2. Masalah tersebut kemudian dipilah mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah,bisnis, maupun masyarakat dengan pemuda sebagai motornya
    3. PemPar membuat skala prioritas masalah yang menjadi tanggung jawab pemuda
    4. Berdasarkan skala prioritas inilah kemudian didiskusikan satu rencana aksi untuk mengatasinya
    5. Rencana aksi ini tidak harus menjadi solusi 100%, tetapi bisa merupakan penyelesaian satu tahap. Misalnya masalah yang dipilih adalah pengetahuan SDM yang kurang, lalu rencana aksinya adalah menyediakan kursus dan pelatihan pengelolaan kawasan wisata mikro (satu tahap untuk masalah pengetahuan)
    6. Program disusun dengan pertimbangan SMART specific (khusus dan jelas), Measurable (dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Realistic (realistis), Time Bound (target waktu)
    7. Mengisi form persetujuan rencana aksi

Contoh Rencana Aksi Tahun 2013-2014 Kota Bandung

No Program/Kegiatan Target capaian kinerja Lokasi Waktu Pelaksanaan Besaran Biaya Rencana Pembiayaan Mitra Kerja
2013 2014
1 Sosialisasi peta wisata Komunitas PemPar Bandung Pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial,dan lingkungan Kota Bandung X X Rp 20.000.000,- APBD Pemetintah kota, Perguruan Tinggi, Swasta
2 Program pengembangan desa wisata Pembentukan kelompok pengelola dan Pembangunan sarana prasarana pendukung desa wisata di 2 desa/kampung wisata percontohan Kampung Seni Budaya Cinunuk da satu kampung Kreatif di kota Bandung X Rp 100.000.000,- APBD, CSR, APBN Pemerintah kota/kab, perguruan tinggi, swasta
Pembentukan kelompok pengelola dan Pembangunan sarana prasarana pendukung desa wisata di 2 desa/kampung wisata percontohan Desa-desa yang sudah ditetapkan sebagai kampung wisata oleh pemerintah kabupaten Bandung X Rp 100.000.000,- APBD, CSR, APBN Pemerintah kota/kab, perguruan tinggi, swasta
3 Program Pengelolaan desa wisata Pelatihan dan pendampingan SDM lokal X X Rp 5.000.000 APBD, CSR, Masyarakat Pemerintah kota/kab, perguruan tinggi, swasta
Publikasi desa X X Rp 5.000.000 APBD, CSR, Masyarakat Pemerintah kota/kab, perguruan tinggi, swasta
Pemeliharaan X X Rp 20.000.000 APBD, CSR, Masyarakat,Pendapatan desa wisata Pemerintah kota/kab, perguruan tinggi, swasta
Total Biaya Rp 130.000.000 Rp 130.000.000 Rp 260.000.000

 

  1. Pengembangan PemPar
    1. PemPar adalah forum/wadah bagi komunitas dan perseorangan, tanpa menghilangkan eksistensi komunitas masing-masing;
    2. Keanggotaan PemPar adalah komunitas dan perseorangan. Keanggotaan PemPar bersifat terbuka, komunitas-komunitas / perseorangan bru dapat bergabung
    3. Komunitas anggota PemPar dapat melakukan kegiatan bersama-sama atas nama forum PemPar, atau juga atas nama komunitas sendiri;
    4. Forum PemPar membuat kesepakatan mekanisme organisasi, antara lain: susunan pengurus, periodisasi kepengurusan, visi misi organisasi, dll;
    5. Pelembagaan PemPar diserahkan pada kesepakatan anggota, dapat berupa lembaga formal ( badan hukum, AD/ART, SK Menteri/Bupati/Walikota) ataupun informal. Prinsipnya PemPar ini adalah independen dan mandiri;
    6. Pendanaan PemPar didapat dari berbagai sumber, seperti sponsorship, usaha bersama maupun bantuan dari pemerintah/swasta
  2. Jadwal Pelaksanaan
No Tahapan Kegiatan Bulan Ke
I II
1 Sosialisasi dan kampanye publik tentang pariwisata berkelanjutan
2 Pembentukan Forum Pemuda Pariwisata (PemPar)
  1. Pendataan komunitas yang sudah ada
  1. Workshop/konsinyasi
  1. Pembentukan Forum PemPar dengan penentuan koordinator
3 Penyusunan rencana aksi PemPar
  1. Form Pembentukan Forum PemPar dn Penyusunan Rencana Aksi PemPar (PP-1)

Form Pembentukan Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) & Penyusunan Rencana Aksi PemPar 2013-2014

Kota/Kab:

1 Nama Forum Pemuda Pariwisata Kab/Kota
2 Kontak Forum PemPar:
  1. Nama Koordinator PemPar Kab/Kota
  1. No. Kontak
  1. Email
  1. Kontak Media Sosial
Facebook:

Twitter:

Milis:

3 Komunitas anggota PemPar Kab/kota — Komunitas …Individu

Profil Komunitas Anggota PemPar (min. 3 komunitas)

No Nama Komunitas Contact Person Telp/Hp Alamat Email Kontak media sosial (FB/Twitter) Deskripsi kegiatan
1
2
3

Rencana Aksi Forum PemPar 2013-2014

No Program/Kegiatan Target capaian kinerja Lokasi Waktu Pelaksanaan Besaran Biaya Rencana Pembiayaan Mitra Kerja
2013 2014
1
2
3
4
Total Biaya

2.3 Penyusunan Peta Wisata Berkelanjutan Indonesia

  1. Tujuan dan Keluaran

Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lokasi-lokasi destinasi, potensi dan sumber daya yang memiliki kontribusi positif bagi pariwisata yang berkelanjutan di daerahnya.

Keluaran:

Spesifikasi Peta Wisata Berkelanjutan Indonesia:

-          Dibuat/dicetak pada kertas ukuran A2, Jenis kertas art/matte paper, berat 120 gram

-          Dicetak dalam jumlah sesuai ketentuan RAB dan dikemas dengan terlipat rapi.

-          Kelengkapan informasi peta: Kontak Forum PemPar, nama-nama relawan yang terlibat, logo Kementerian Pariwisata, Logo Visit Indonesia, Logo Pemerintah daerah

  1. Jadwal Pekerjaan
No Tahapan Kegiatan Bulan ke
I II III
1 Pembentukan kelompok kerja
2 Penentuan batasan tema
3 Pemetaan dan pencarian data
4 Kompilasi dan tinjauan data
5 Desain dan cetak peta
6 Evaluasi dan pelaporan
  1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan]
    1. PemPar membentuk tim relawan untuk membuat peta wisata berkelanjutan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    2. Tim menentukan batasan lokasi pemetaan, yaitu wilayah administratif (city wide) dan kawasan destinasi wisata di kabupaten
    3. Lokasi/objek yang akan dipetakan, dengan mengacu pada prinsip pariwisata yang berkelanjutan.
    4. Materi pemetaan mengacu pada klasifikasi jenis daya tarik wisata (alam, kuliner, suasana, budaya, dll) dan unsur-unsur pariwisata berkelanjutan yang ada
    5. Tim kemudian melakukan survei lapangan pada lokasi-lokasi yang masuk pada batasan objek peta. Dalam survei lapangan, setiap orang melalukan penilaian/pencatatan pada lokasi-lokasi yang dikunjungi.
    6. Tim kemudian mendiskusikan hasil survei, setiap orang bertukar dan melakukan penilaian bersama/kelompok pada setiap lokasi, serta membahas kembali, lokasi-lokasi mana yang layak dimasukan dalam peta.
    7. Setelah survei dan diskusi selesai, tim kemudian merancang setting dan layout peta, sesuai petunjuk teknis dan memasukkan hasil-hasil survei –diskusi ke dalam peta.
    8. Draft peta wisata berkelanjutan ini wajib konsultasi dengan tim pendamping pusat untuk mendapat persetujuan substansi.
    9. Setelah mendapat persetujuan substansi dari tim pendamping pusat, draft peta ini baru dapat dicetak/diperbanyak sesuai petunjuk teknis.
    10. Batasan Pemetaan

Materi pemetaan mengacu pada klasifikasi daya tarik wisata

Klasifikasi daya tarik wisata:

Daya tarik wisata adalah tempat/objek yang menarik di mana wisatawan berkunjung, biasanya untuk nilai budaya yang melekat atau dipamerkan, makna sejarah, keindahan alam atau bangunan, atau peluang hiburan.

Beberapa contoh termasuk :

  1. tempat-tempat bersejarah
  2.  monumen,
  3.  kebun binatang,
  4. akuarium,
  5. museum
  6. galeri seni,
  7. kebun raya,
  8. bangunan dan struktur (misalnya, istana, perpustakaan, penjara mantan, gedung pencakar langit, jembatan)
  9.  taman nasional dan hutan,
  10.  pantai,
  11. spot diving,snorkeling,
  12. taman hiburan dan karnaval,
  13. sejarah hidup museum,
  14. masyarakat kantong etnis/kampung adat
  15. sentra kerajinan dan kesenian,
  16. sentra kuliner,
  17. kereta api bersejarah
  18. acara-acara kebudayaan
  19. landmark.

Aksesibilitas

  1. Pesawat
  2. Kereta
  3. Kapal
  4. Bus
  5. Kendaraan Umum
  6. Kendaraan pribadi

Percakapan dasar lokal

Tata Krama dan yang harus diperhatikan

Atribut Pariwisata Berkelanjutan

  1. Ekonomi
  2. Sosial Budaya
  3. Lingkungan

Contoh Gambaran Output peta wisata:

  1. Form Penyusunan Peta Wisata PemPar (PP-2)

Form Pendaftaran Peta Wisata Pemuda Pariwisata di Kota/Kab

Kota/Kab:

No Pertanyaan Isian
1 Nama Forum Pemuda Pariwisata (PemPar) Kota/kab
2 Tim penyusun peta komunitas:
  1. Jumlah anggota tim
  1. Nama Koordinator (Salah satu anggota PemPar, bukan tenaga ahli)
  1. No. Kontak Koordinator
  1. Email Kontak
  1. Twitter/Facebook Forum PemPar
3 Wilayah yang dipetakan
4 Atribut  pariwisata berkelanjutan yang dimasukan
5 Timeline/jadwal Kerja*
No Langkah Kerja Bulan
Mei Juni Juli
1 Pemetaan dan pencarian Data
2 Kompilasi dan tinjauan data
3 Desain & cetak peta
4 Distribusi
5 Evaluasi dan pelaporan akhir
6 …..

Langkah kegiatan dan jadwal kerja agar disesuaikan dengan rencana PemPar Kota/Kab masing-masing

2.4 Pembuatan Website Pemuda Pariwisata

Tujuan:

  1. Menjadi pusat berbagi informasi terkait pemuda pariwisata dan pariwisata berkelanjutan
  2. Menjadi website kepala bagi forum pemuda pariwisata di daerah-daerah
  3. Ruang Pendataan dan interaksi harian antar pemuda pariwisata di daerah-daerah
  4. Ruang diskusi harian bagi pemuda pariwisata di daerah-daerah
  5. Ruang sharing Ide pemuda pariwisata
  6. Ruang publikasi kegiatan-kegiatan Pemuda Pariwisata

Bentuk Kegiatan:

  • Website  dibagi kedalam informasi-informasi yang dibagi kedalam kelompok informasi sumber daya wisata, pengelolaan wisata, permasalahan wisata, pengetahuan terkait wisata, potensi wisata yang belum dikembangkan, sharing kunjungan wisata, sharing bantuan wisata, sharing foto wisata, sharing peta wisata, sharing tips wisata
  • Website memiliki pecahan-pecahan bagi setiap Forum pemuda pariwisata kab/kota (misal bandung.PemPar.org; padang.PemPar.org)
  • Website memiliki form registrasi dan profil pemuda pariwisata
  • Website memiliki ruang diskusi sesuai dengan minat dari kelompok pemuda pariwisata yang ada (fotografi, desain, adventure, backpacker, kajian, menulis, dll)
  • Website memiliki ruang diskusi ide-ide konstruktif dari hasil diskusi
  • Website memiliki kalender event forum pemuda pariwisata di seluruh Indonesia

Form Pembuatan Website

No Pertanyaan Isian
1 Nama Forum PemPar Kota/Kab
2 Tim panitia Sosialisasi pariwisata berkelanjutan:
  1. Jumlah anggota tim
  1. Nama koordinator (salah satu anggota PemPar, bukan tenaga ahli)
  1.  No. Kontak koordinator
  1. Email Kontak
  1. Twitter/Facebook PemPar
3 Durasi/lama waktu pelaksanaan
4 Sitemap
5 Kebutuhan dana (rincian global) 1.

2.

3.

6 Sumber-sumber pendanaan 1.

2.

7 Timeline/Jadwal kerja*
No Bulan Langkah kegiatan
Perencanaan Pelaksanaan evaluasi
1 April
2 Mei
3 Juni
4 Juli
5 Agustus
6 September
7 Oktober
8 November

2.5 Penyelenggaraan Aksi PemPar (Festival Kampung/Desa wisata)

Tujuan:

  1. Mengkampanyekan kegiatan di desa/kampung wisata
  2. Memberi ruang pengenalan dan interaksi antar desa-desa wisata
  3. Memberi ruang ekspresi kesenian di desa/kampung wisata
  4. Menjadi ajang interaksi antar desa-desa wisata dengan masyarakat
  5. Menjadi ruang diskusi antar pemuda pariwisata lewat kegiatan konferensi dan workshow
  6. Menjadi ruang interaksi dan pengenalan pemuda pariwisata lewat kegiatan jalan-jalan di destinasi wisata (Pemuda berwisata)

Bentuk Kegiatan:

  • Festival ini berupa kegiatan di salah satu kampung/desa wisata yang memadai
  • Festival ini terdiri dari lomba kesenian antar kelompok/desa di Indonesia
  • Festival ini terdiri dari pameran desa-desa wisata yang ada di Indonesia
  • Festival ini terdiri dari konferensi dan workshop pemuda pariwisata
  • Festival ini terdiri dari tour wisata kegiatan-kegiatan di desa/kampung tersebut
  • Festival ini terdiri dari tour wisata ke destinasi wisata
  • Pendanaan dana dari pemerintah berupa dana stimulan, biaya penyelenggaraan festival ini dapat diperoleh dari sponsorship, APBD, maupun usaha-usaha lain

Keluaran :

  • Terselenggaranya kegiatan perlombaan kesenian dalam tiga hari
  • Terselenggaranya kegiatan tour wisata desa selama 1 hari
  • Terseleggaranya pameran desa wisata selama 4 hari
  • Terselenggaranya konferensi dan workshop pemuda pariwisata selama 3 hari
  • Terselenggaranya kegiatan Pemuda Berwisata selama 2 hari

Waktu pelaksanaan:

Rentang usulan: minggu di 27 September (hari Pariwisata dunia)

Kegiatan Hari
Tanggal* 25 26 27 28 29
Perlombaan Kesenian
Tour wisata desa
Pameran desa wisata
Konferensi dan Workshop pemuda pariwisata
Tour Pemuda Berwisata

Form Perencanaan Festival Desa wisata PemPar Kota/Kab

No Pertanyaan Isian
1 Nama Forum PemPar Kota/Kab
2 Tim panitia Festival desa wisata:
  1. Jumlah anggota tim
  1. Nama koordinator (salah satu anggota PemPar, bukan tenaga ahli)
  1.  No. Kontak koordinator
  1. Email Kontak
  1. Twitter/Facebook PemPar
3 Rencana tanggal dan tempat (desa/kampung) pelaksanaan festival kampung wisata
4 Bentuk acara (festival musik/tari/pameran/drama/atau lainnya)
5 Peserta/partisipan 1.

2.

3.

4.

5.

6.

….

6 Kebutuhan dana (rincian global) 1.

2.

3.

7 Sumber-sumber pendanaan 1.

2.

8 Timeline/Jadwal kerja*
No Bulan Langkah kegiatan
Perencanaan Penggalangan peserta dan dana Pelaksanaan dan evaluasi
1 April
2 Mei
3 Juni
4 Juli
5 Agustus
6 September
7 Oktober
8 November

*) Langkah kegiatan dan jadwal kerja agar disesuaikan dengan rencana PemPar kab/kota masing-masing

2.6 Aksi Komunitas Pariwisata/Pemuda lain (terkait Pariwisata berkelanjutan)

Tujuan: Membangun kesadaran di masyarakat tentang pariwisata yang berkelanjutan

Batasan kegiatan:

  • Terkati dengan salah satu atribut dari pariwisata berkelanjutan
  • Kegiatan dapat berupa lokalatih (workshop), kampanye isu tertentu, atau model kegiatan lain. Contoh: Kampanye sharing tempat tinggal dalam berwisata, pembuatan reuse reduce recycle di kawasan wisata, pembuatan papan petunjuk wisata di spot-spot destinasi, Kampanye wisata heritage, konservasi di wisata pegunungan, pelatihan ekonomi kreatif, dll.
  • Pilihan kegiatan diserahkan pada kesepakatan PemPar, sesuai dengan konteks permasalahan kota/kabupaten yang terkait dengan salah satu atribut pariwisata berkelanjutan. Misal masalah yang menonjol di suatu kota adalah sampah akibat pariwisata, maka pilihan kegiatan adalah pembuatan reuse reduce recycle di kawasan wisata.
  • Pendanaan: Untuk kegiatan ini, pemerintah diharap memberikan dana stimulan, sementara forum PemPar mulai dapat mulai mandiri dengan menggali dana dari sumber-sumber lain.

Output:

  • Terselenggaranya satu kegiatan (terkait Pariwisata berkelanjutan) yang ditentukan sendiri oleh PemPar
  • Terlibatnya sejumlah orang (minimal 50 orang) dalam kegiatan ini
  • Dokumentasi kegiatan berupa foto, laporan, dan/peta (jika kegiatan berupa pemetaan)

Form Perencanaan Aksi Pariwisata Berkelanjutan PemPar Kota/Kab

No Pertanyaan Isian
1 Nama Forum PemPar Kota/Kab
2 Tim Aksi:
  1. Jumlah anggota tim
  1. Nama koordinator (salah satu anggota PemPar, bukan tenaga ahli)
  1.  No. Kontak koordinator
  1. Email Kontak
  1. Twitter/Facebook PemPar
3 Rencana tanggal dan tempat pelaksanaan aksi
4 Bentuk acara (festival musik/tari/pameran/drama/atau lainnya)
5 Peserta/partisipan 1.

2.

3.

4.

5.

6.

….

6 Kebutuhan dana (rincian global) 1.

2.

3.

7 Sumber-sumber pendanaan 1.

2.

8 Timeline/Jadwal kerja*
No Bulan Langkah kegiatan
Perencanaan Penggalangan peserta dan dana Pelaksanaan dan evaluasi
1 April
2 Mei
3 Juni
4 Juli
5 Agustus
6 September
7 Oktober
8 November

*) Langkah kegiatan dari jadwal kerja agar disesuaikan dengan rencana PemPar kab/kota masing-masing

AKSI KEGIATAN RUTIN

Bagi PemPar yang telah terbentuk diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan rutin antara lain:

  1. Pelibatan secara reguler PemPar dalam setiap kegiatan Kemenparekraf, Dinas pariwisata prov/kab/kota yang tengah berjalan seperti penyusunan masterplan Pariwisata, penyusunan program Industri kreatif, dll agar timbul rasa memiliki dan kepedulian terhadap misi perwujudan pariwisata yang yang sedang berlangsung.
  2. Pemanfaatan dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, seperti pengelolaan kampung kreatif kota, perlombaan kesenian, pelatihan budidaya jamur, dsb.

2.7 Sosialisasi Komunitas PemPar

Tujuan:

  • Mengajak warga untuk memahami pariwisata berkelanjutan
  • Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan

Bentuk:

  • Kampanye pariwisata berkelanjutan lewat media massa maupun media sosial
  • Talkshow di media massa maupun di kegiatan publik ( di sekolah, pusat keramain, dll)
  • Penyebaran peta wisata

Target:

  1. Terjangkau minimal 1000 orang di media sosial (facebook, youtube, twitter, dll)
  2. Interaksi yang intens saat kegiatan: Ada penanya saat talkshow (minimal 3 penanya), percakapan/komentar di media sosial (3 komentar)
  3. Respon terhadap peta wisata, berupa masukan, pertanyaan, kritikan via email, telepon, maupun komentar di media sosial.
No Pertanyaan Isian
1 Nama Forum PemPar Kota/Kab
2 Tim panitia Sosialisasi pariwisata berkelanjutan:
  1. Jumlah anggota tim
  1. Nama koordinator (salah satu anggota PemPar, bukan tenaga ahli)
  1.  No. Kontak koordinator
  1. Email Kontak
  1. Twitter/Facebook PemPar
3 Sasaran/target sosialisasi
4 Durasi/lama waktu pelaksanaan
5 Bentuk/metode/media sosialisasi
6 Kebutuhan dana (rincian global) 1.

2.

3.

7 Sumber-sumber pendanaan 1.

2.

8 Timeline/Jadwal kerja*
No Bulan Langkah kegiatan
Perencanaan Pelaksanaan evaluasi
1 April
2 Mei
3 Juni
4 Juli
5 Agustus
6 September
7 Oktober
8 November

2,8 DOKUMENTASI KEGIATAN FORUM PEMUDA PARIWISATA

Kota/Kab :

No Nama Program/Kegiatan Foto Kegiatan
1 Kegiatan …..

Lokasi : …..

Deskripsi Kegiatan :

……

2. Kegiatan …..

Lokasi : …..

Deskripsi Kegiatan :

……

About gilangpamungkas

gilangsibolang

Posted on 25 April 2013, in Backpacker. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: