Pacu Lokomotif tanpa asap



Pacu Lokomotif tanpa asap

Suatu ketika di musim liburan semester genap kami mahasiswa sebuah Institut Teknologi milik negara dengan cap gajah duduk yang berlokasi di kota Bandung bersepakat untuk menghabiskan liburan kali ini dengan ala backpacker (bisa dilihat pada postingan sebelumnya maupun akan datang karena tak kunjung tiba waktu yang tepat untuk menuliskanya).  Pada saat itu kami memilih berlibur ala backpacker dan menggunakan kereta ekonomi sebagai moda transportasi karena yang pertama kami ingin merasakan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan sebagai pemuda yang akan menjadi para pemimpin dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa kami tentunya harus mengenal rakyat dari dekat. Dan tentunya alasan klasik keterbatasan dana yang kami miliki menjadi faktor penting dalam hal ini.

Dalam perjalanan kami merasakan bagaimana betapa semrawutnya untuk masuk ke dalam kereta, banyak orang tua yang berdesak-desakan untuk mendapat tempat duduk, serta para ibu yang membawa serta balitanya untuk hanya sekedar agar anaknya dapat sedikit nyaman tidur dalam perjalanan menuju kampung halamannya,mereka harus berjubel ria dengan para pria yang masih gagah perkasa menuju tiap gerbongnya.Saling sikut, tarik menarik barang, atau teriakan-teriakan anak-anak yang terpisah dari orang tuanya maupun terjepit diantara kerumunan menjadi hal yang lumrah. Belum lagi keadaan didalam yang mungkin sudah tidak manusiawi lagi, makhluk-makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna itu bahkan harus merelakan tubuhnya dikangkangi, bahkan kaki tangannya terinjak ketika berbagai macam penjaja makanan berkeliling mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Saya membayangkan bagaimana seandainya perjalanan ini saya lakukan di negara Jepang ataupun Eropa kecepatan dan kemewahan ala Sinkansen atau kereta bawah laut ala Eropa, tentunya tidak perlu saya berpeluh keringat hanya untuk memasukinya atau harus saling memaki karena kereta yang tak kunjung datang maupun terlambat.

Transportasi ala Belanda

Analogi lokomotif ini saya terapkan pada pendidikan di negeri Belanda.Eropa layaknya merupakan stasiun besar salah satu kutub peradaban bumi, beragam sejarah kehidupan manusia berpusat di sini. Belanda sebagai salah satu kereta Eropa dikenal sebagai negara penjelajah dan bagian dari negara mapan eropa selain Inggris, Prancis, dan Jerman di berbagai bidang. Dengan belajar di Belanda kita tidak hanya dapat melihat miniatur eropa tetapi dapat menjelajahi negara sekitarnya dengan mudah baik untuk sekedar berwisata maupun tujuan lainnya.

Kemewahan ala Belanda

Disamping itu pula belanda dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia.Belanda ibarat kereta tepat waktu dengan berbagai fasilitas, kemewahan, teknologi tinggi ramah lingkungan dan jangkauannya yang luas.Disana terdapat Universitas Leiden yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan hukum tertua di dunia. Apalagi jika anda ingin mendalami hukum Indonesia, tentunya tempat tempat terbaik untuk belajar hukum adalah di Belanda, karena banyak undang-undang kita bersumber dari hukum Belanda. Di bidang lain, universitas teknik Delft unggul dalam teknologi pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa,hidroteknologi,geologi,perminyakan,kelautan dan sebagainya.  Peran Belanda di dunia pun sudah diakui, Dimana salah satu buktinya sebagai contoh adalah Tinbergen bersaudara; Jan Tinbergen pernah meraih Nobel bidang ekonomi, sementara Nico Tinbergen meraih Nobel bidang etologi.  Seorang dosen saya yang menempuh pendidikan master dan doktornya di Universitas Groningen, pernah berkata bahwa Belanda merupakan negara yang paling  tertata di dunia. Disana transportasi mayoritas menggunakan sepeda yang ramah lingkungan tentunya. Sementara jika tidak menggunakan sepeda, kita dapat menggunakan bus atau trem yang murah,bersih,sistematis,dan tepat waktu.Atau jika perjalanan jauh dapat digunakan moda metro/subway.Ditambah lagi teknologi kincir angin yang sangat dikenal luas dan diakui sebagai salah satu pelopor penggunaan energi terbarukan.  Bahkan beliau mengatakan pembangunan yang dilakukan negeri asal pelukis terkenal Vincent Van Gogh di kota Bandung merupakan pembangunan yang sesuai dengan prinsip perencanaan yang berkelanjutan, pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kualitas lingkungan serta infrastruktur seperti drainase maupun jalur kereta api dilakukan perencanaan dengan matang dan terstruktur. Sementara pembangunan dimasa sekarang lebih bersifat pragmatis, sehingga kadangkala tidak ada integrasi satu sama lain yang pada akhirnya menyebabkan banjir, kemacetan dan sebagainya.

Suasana kota Utrecht

Suasana kota Utrecht

Keindahan ala Belanda

Keindahan ala Belanda

Festival Multikultur Maastricht

Festival Multikultur Maastricht

Dengan menempuh studi di Belanda berarti anda telah bergabung dalam kereta komunitas global dimana disana terdapat 76.000 mahasiswa asing yang sedang menempuh studi. Di titik ini anda akan dapat dengan mudah mencapai ibukota-ibukota negara lain seperti Brussels, Paris,atau Munich. Tidak hanya kemampuan akademis anda yang akan berkembang, sudut pandang anda pun akan lebih luas terhadap dunia yang tentunya akan menunjang link ada terhadap pusat-pusat yang berpengaruh besar terhadap kehidupan global serta kemampuan  bahasa asing anda akan terasah secara advance.Gerbong-gerbong universitas yang tersedia dapat anda pilih sesuai dengan keinginan dan cita-cita. Dengan 14 universitas riset yang didanai pemerintah ditambah lagi  berbagai universitas terapan serta institusi pendidikan bertaraf internasional mampu menjamin keberlangsungan studi anda. Tidak perlu khawatir bahwa anda belum mampu berbahasa Belanda karena Belanda merupakan negara berbahasa non Inggris pertama yang menawarkan program studi internasional atau berbahasa Inggris. Hingga kini lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris untuk berbagai bidang yang ditawarkan oleh pendidikan tinggi Belanda. Hal ini mengindikasikan bahwa belanda telah siap menjadi negara terdepan yang menjadi lokomotif untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Ibarat Pulang kampung

Kadangkala sebagian orang berfikir dengan bekerjasama atau menempuh pendidikan di Belanda sama saja kita menyatakan diri ingin dijajah kembali. Namun ungkapan seperti itu seharusnya tidak berlaku lagi,zaman sudah berubah. Pendidikan adalah investasi,ibarat rel-rel kereta yang dibangun untuk mengakomodasi pergerakan masyarakat, pendidikan adalah jalan untuk mengakomodasi masa depan yang lebih baik. dengan menempuh ilmu di negara yang lebih maju, kita dapat mengambil manfaat dan contoh dari negara tersebut untuk memajukan bangsa kita sendiri.Masyarakat Belanda adalah masyarakat multikultur dan terdiri dari kelompok-kelompok orang yang sudah menetap di Belanda selama berabad-abad. Bahkan di masa sekarang ini, Belanda menyadari kedekatan dengan negara kita itu adalah kedekatan yang sifatnya kultural bukan lagi menerapkan politik apartheid yang jelas-jelas merugikan. Warga Belanda sangat welcome dengan keberadaan warga Indonesia, karena sebagian dari mereka pernah ke Indonesia atau bahkan

amsterdam bicycle parking

amsterdam bicycle parking

memiliki garis keturunan Indonesia. Bahkan secara terbuka pemerintah Belanda menetapkan preferensi beasiswa untuk Warga Negara Indonesia yang lebih besar dibandingkan negara berkembang lainnya.Hal ini terbukti dengan berdirinya Netherland Education Support Office (NESO). Beragam pilihan beasiswa dapat dipilih diantaranya adalah Netherland Fellowship Programme (NFP),  Huygens Scholarship Programme (HSP),  atau StuNed. Disamping itu banyak pelajar dari Indoenesia yang memanfaatkan beasiswa pertukaran pelajar antar universitas, lembaga, maupun negara.   Oleh karena itu banyak orang Indonesia merasa berada di kampung halaman sendiri ketika menempuh studi di Belanda karena terdapat 15.000 lebih warga negara yang tinggal di negeri Ratu Beatrix, ini belum termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi, perasaan ini didikung oleh kebudayaan yang banyak saling bersinggungan antar kedua negara,kedekatan garis keturunan, bahkan jika kita mencari rempah-rempah yang apabila tanpanya makan kita merasa ada sesuatu yang kurang yang biasanya sulit ditemukan di negara lain, dapat kita temukan dengan mudahnya.

Dengan studi atau tinggal di Belanda berarti kita siap untuk menjadi lokomotif kemajuan teknologi yang selaras dengan alam melalui berbagai produk ramah lingkungan dan menghargai akan keberagaman dan kebudayaan manusia,ibarat lokomotif tanpa asap. Sekarang keputusan berada di tangan kita apakah kita ingin menjadi bagian dari dari gerbong-gerbong lokomotif perubahan  ini atau hanya menjadi sekedar penonton lokomotif –lokomotif yang  saling berkejaran itu .

Source Gambar :

http://religioustravelassociation.ning.com/groups/group/show?groupUrl=oberammergau2010

http://www.adambutler.com.au/adamB/?p=550

http://www.trekearth.com/gallery/Europe/Netherlands/South/Utrecht/Utrecht/photo1034037.htm

http://www.trekearth.com/gallery/Europe/Netherlands/photo1198857.htm

http://crossroadsmag.eu/2008/07/manusvanalles/

#Silahkan dicoment postingannya baik berupa saran, kritik,maupun supportnya.. thanks a lot#

About gilangpamungkas

gilangsibolang

Posted on 29 April 2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Kebudayaan adalah hasil cipta karsa manusia, oleh karena itu dengan mempelajari kebudayaan suatu bangsa maka kita juga mempelajari pola pikir mereka. Dari sini, banyak manfaat yang bisa kita ambil di berbagai bidang. Kaya akan sejarah, kedisiplinan, ilmu, & teknologi. So, Belanda merupakan salah satu contoh negara yang patut untuk dikunjungi.
    Merci Beaucoup!!

    Sinceres Salutations,
    Sukma Utami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: